Minggu, 30 September 2018

MAKANAN KENANGAN

Hai Teman, apakah kamu mempunyai makanan kenangan di masa lampau? Makanan yang kalau kita makan pada saat sekarang, maka akan teringatlah segala kejadian yang pernah kita alami. Apakah itu peristiwa yang menyenangkan, maupun yang menyedihkan. 

Makanan kenangan adalah yang pada saat dimemakan akan dapat membuat kita tertawa karena ada peristiwa lucu di baliknya, menbuat tersenyum malu karena ada kisah romantis yang ikut terkenang. Ataupun membuat kita meneteskan air mata karena teringat peristiwa yang menyedihkan.

Kalau aku sendiri, ada satu jenis makanan yang selalu membawa kenangan untukku. WEDANG ANGSLE. Itulah makanan kenanganku, pertama kali mengenal makanan ini sewaktu masih duduk di bangku kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri di kota Jember. Wedangnya hangat, manis dan mengenyangkan, berkuah jahe yang diberi santan dan susu. Isiannya beraneka macam, ada ketan, kacang tanah, kacang hijau, mutiara, roti tawar, daging kelapa muda, kolang-kaling, dan emping mlinjo. Spesial karena banyak kenangan masa kuliah yang kulalui sambil menikmati makanan ini. 

Pertama kali merasakan nikmatnya jadi anak kos dan bebas nongkrong (baca: cangkrukan) dengan teman-teman sampai larut malam tanpa ditegur orangtua, ya sambil menyantap makanan ini. Habis ngamen dengan rekan-rekan band (gini-gini dulu bekas vokalis loh), pulangnya nongkrong dan menikmati wedang angsle. Perjuangan mengerjakan tugas kuliah hingga melekan menggarap skripsi di tempat rental komputer juga dilakukan sambil memakannya. 

Kakak kelas yang lagi pendekatan, jurusnya ngajak ngobrol sambil makan angsle. Ditembak dan nolak kakak kelas, ya pas lagi makan angsle. Curhat dengan teman, seringkali dilakukan di kamar kos sambil mewek dan makan angsle. 

Yang paling berkesan adalah ditembak dan jadian dengan sang lelaki idaman setelah kencan yang kesekian kali, saat makan angsle. Angsle yang rasanya sudah manis, jadi tambah manis setelah kami jadian. Ketika akhirnya kami menikah, apabila ada kesempatan keluar berdua saja, suami pasti mengajakku menikmati wedang ini, sambil bercerita dan mengenang masa lalu dan membahas mimpi-mimpi untuk masa depan. 

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6



Sabtu, 29 September 2018

REUNI

Aku sedang mengenakan sepatu ketika Rani datang menjemputku dengan taksi tepat jam setengah tujuh malam ini. Hari ini adalah acara reuni fakultas yang diadakan di salah satu hotel berbintang di kotaku.  Sudah limabelas tahun sejak lulus dari bangku kuliah, dan selama itu aku jarang berhubungan dengan bekas teman kuliahku. Aku sebenarnya malas hadir, tapi Rani memaksa karena dia sudah terlanjur datang jauh-jauh dari Medan hanya untuk menghadiri acara ini. Dia bahkan sudah membayar uang partisipasi atas namaku. Suamiku pun sudah mengijinkan, sehingga tidak ada alasan bagiku untuk menolak hadir di acara ini. 

Sepanjang perjalanan menuju tempat acara, Rani terus berkicau. Dia sangat bersemangat untuk menghadiri acara ini. "Eh, si Mita kayak apa ya sekarang? Apa masih cantik seperti dulu ya?"
"Eh, si Bagus nikah sama siapa ya? Aku dulu naksir berat lo sama dia. Nanti dia datang gak ya? Penampilannya gimana ya sekarang?"

Sedangkan aku hanya diam, tersenyum, sesekali menjawab "Entah", sambil merasakan perutku yang mulai merasa tidak nyaman karena sesungguhnya aku tidak memiliki keinginan sedikitpun untuk hadir di acara ini. 

Setibanya di tempat acara, aku langsung mengambil duduk di barisan paling belakang. Rina sudah terbang entah kemana. Tiba-tiba aku merasa  minder kalau harus bertemu dengan bekas teman-teman kuliah dulu. Mereka melangkah masuk dengan penuh percaya diri. Gerakan tubuh, gaya bicara, kalimat-kalimat yang terlontar dari mulut mereka menunjukkan kalau kesuksesan materi telah mereka capai setelah lima belas tahun meninggalkan bangku kuliah. 

Aku berusaha menghindar ketika ada teman yang mulai mengajakku berbicara banyak, terutama kalau mereka mulai menanyakan keluargaku. Apa yang bisa kubanggakan?  Aku hanya seorang ibu rumah tangga, suamiku seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil, anakku empat. Aku tinggal di rumah kontrakan kecil yang hanya berkamar dua, dan karenanya suami dan anak sulungku selalu tidur di ruang tamu, yang merangkap sebagai ruang keluarga, ruang belajar, dan ruang makan. 

Hidupku kelihatan payah bila dibandingkan dengan mereka semua. Aku tidak mengerti sama sekali apa yang mereka bicarakan. Akhirnya aku putuskan untuk pulang sebelum waktunya. Kutelepon Rina dan pamit pulang terlebih dahulu dengan alasan perutku sakit.

Sesampainya di rumah, aku lihat suamiku sudah duduk di sofa sambil menikmati semangkuk mie instant. Terkejut dia melihatku muncul, padahal baru satu jam yang lalu aku pergi. Dengan alasan kepala pusing, aku langsung masuk kamar. Suamiku kemudian menyusul. "Kenapa? Mukamu kok muram begitu?" Aku tidak menjawab. Hatiku mendadak jengkel melihat dia. Mengapa dia tidak bisa memberikan harta yang lebih banyak untuk keluarganya? Seandainya kami orang kaya, aku tentu tidak akan merasa minder berkumpul dengan teman-temanku.

Tidak mendapat jawaban, suamiku akhirnya ke luar kamar. Aku kembali tiduran sambil menahan tangis akibat hatiku yang kecewa. Beberapa saat kemudian, suamiku datang. Kali ini dia masuk sambil membawa semangkuk mie instant rebus, uapnya masih mengepul. Aromanya menggelitik perutku yang memang belum sempat makan karena terburu-buru meninggalkan acara reunian tadi.

"Ini aku buatin mie rebus. Kamu pasti gak makan kan? Mienya aku masak sendiri, sesuai dengan kesukaanmu. Pakai sawi hijau, telur, dan irisan cabe rawit. Biar masakannya gak sehebat katering di acaramu tadi, tapi rasanya pasti lebih enak. Bikinnya pakai cinta lo..."

Hatiku langsung meleleh melihat senyum tulus di wajah suamiku. Sungguh sabar dirinya menghadapi isterinya yang sedang uring-uringan. Ya Allah, sungguh besar dosaku hari ini. Bisa-bisanya aku membandingkan suamiku dengan orang lain.  Kami tidak bergelimang harta, tapi kami kaya akan ilmu agama. Suamiku adalah imam yang sempurna untukku dan anak-anakku. Aku harusnya bersyukur, bukannya mencela. Maafkan aku ya, Pak? 

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#TANTANGANODOP3
#Fiksi


Jumat, 28 September 2018

Hamil dan Melahirkan



Melahirkan tiga anak, pasti memiliki pengalaman yang berbeda. Perasaan yang sama adalah rasa bahagia yang tak terkirakan ketika dokter memberitahu bahwa aku hamil, dan lebih bahagia lagi saat dia lahir dan  diletakkan di atas tubuhku. 

Saat semua anggota keluarga mengetahui kehamilanku, maka jadilah aku wanita paling eksklusif sedunia. Wanita paling dilindungi dan disayangi keluarga. Tidak boleh bekerja berat, banyak istirahat, makan makanan bergizi, jangan sampai bersedih... Selalu itu pesan mertuaku, orangtuaku, ipar-iparku kepada suamiku. Bahkan akupun mendapat perlakuan yang istimewa dari orang-orang yang tidak aku kenal. Kalau antri di toilet, para ibu selalu mendahulukanku karena mereka paham bahwa orang hamil sulit untuk menahan rasa ingin buang air kecil. Antri di kasir atau ATM pun aku sering didahulukan. Tidak ada pria perokok yang berani merokok di dekatku. 

Alhamdulillah tiga kali kehamilan kulalui dengan mudah. Tidak susah makan, tidak mengalami morning sickness. Hanya kaki saja yang semakin bengkak dan kesulitan tidur seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. 

Menjelang melahirkan, hati semakin berdebar-debar. Membayangkan seperti apa rasa sakitnya? Seperti apa wajah anakku? Apakah hidungnya mancung seperti bapaknya, atau pesek seperti ibunya? Pasti rambutnya keriting, karena suami dan aku sama-sama keritingnya 😉😉.

Ketika waktu melahirkan tiba, mulailah perjuangan yang sesungguhnya. Rasa sakitnya melebihi semua rasa sakit yang pernah aku bayangkan. Berjam-jam kontraksi, kaki yang mendadak kram, dan diselingi sulit bernafas padahal aku tidak menderita sakit asma. Perasaan takut mati pun terselip di hati, terutama saat melahirkan anak ke tiga, karena pada saat itu usiaku sudah hampir kepala empat. Hampir menyerah rasanya apabila tidak ada  dukungan yang kuat dari  dokter, bidan, dan para perawat. 

Namun semua rasa sakit itu langsung sirna begitu mendengar tangis bayiku. Saat dia diletakkan di atas tubuhku untuk proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD), aku langsung lupa akan beratnya masa-masa mengandung dan melahirkannya. Yang ada hanya rasa bahagia yang tak terkira dan syukur kepada Allah SWT yang tak terhingga karena anakku telah lahir di dunia dengan selamat dan tak kurang sesuatu apa pun. 

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

PANTUN PERSAHABATAN

Naik sampan ke tengah sungai
Berhentinya di tepi jembatan
Siapakah engkau nyonya aduhai
Sudikah kiranya kita berteman

Beriringan semut berjalan
Membawa gula dari dalam nampan
Junjung tinggi kejujuran
Agar tak pupus persahabatan

Burung bernyanyi di atas batu
Batunya pecah burungnya pergi
Mari kawan kita bersatu
Menjalin persahabatan yang abadi

Daun kering bunga kamboja
Ditimbun ibu dijadikan kompos
Perkenalkan nama saya Kartika
Personel kece One Day One Post

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Rabu, 26 September 2018

Berbagi

Cerita tadi pagi...

"Kak, pensil-pensilmu sudah kamu raut semua?"
"Sudah semuanya, Ma. Aku raut kemarin waktu di sekolah. Soalnya kemarin kan ulangan, jadi semua pensil harus dilancipin biar waktunya gak habis buat meraut pensil pas ngerjain ulangan."

Kotak pensil kakak kemudian aku buka. Biasalah ibu-ibu, gak percaya sama omongannya anak. Jadi ngecek ulang nih. Tampak sederet pensil beraneka ukuran berjejer rapi di situ. Semua pensil yang berukuran pendek sudah diraut, tetapi ada satu pensil berukuran panjang yang masih tumpul.

"Kak, ini kok banyak sekali pensil pendek. Pensil yang pendek ini dibuang aja lah. Jangan masih dipakai terus. Memangnya enak menulis pakai pensil pendek? Kamu gak dimarahin bu gurukah kalau pakai pensil pendek begini? Lha ini juga ada pensil yang panjang. Katanya semua pensil sudah diraut, kok yang ini masih tumpul?"

"Pensil yang pendek jangan dibuang, Ma, masih bisa dipakai kok. Sama Bu Guru juga gak pernah dimarahi pakai pensil pendek gitu. Kalau pensil yang panjang itu, he he aku lupa ngerautnya. Kemarin kan pensil itu dipinjam temanku soalnya pensilnya hilang. Jadi belum diraut."

"Lah gimana sih? Kamu pakai pensil yang pendek, temanmu kamu kasih pinjam pensil yang panjang? Terbalik lah, Kak! Mestinya kamu pakai pensil yang panjang, temanmu kamu kasih pinjam yang ini saja," kataku sambil menunjukkan pensil yang pendek ke arahnya.

"Loh, Mama ini gimana toh? Kan mama sering bilang ke aku, kalau kasih sesuatu ke orang lain itu, kita harus kasihkan yang paling bagus. Kemarin kan aku kasih pinjam pensil yang bagus ke temanku, kok sekarang mama ngomel?"

Astaghfirullah...  Rasanya kayak ditampar pakai sandal... Malu rasanya, saya sibuk memikirkan kepentingan anak sendiri tanpa mau berbagi, lupa dengan wejangan yang saya sampaikan sendiri. Sampai akhirnya sang anak protes...
Maafkan simbokmu ini ya, Nduk. Simbok khilaf. Lain kali kalau mbokmu ini mendadak pikun, lupa dengan wejangannya sendiri, teguren yoo...  Biar Simbok gak kebablasan terus.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Selasa, 25 September 2018

Merayu Kastamer

Malam ini diajak pak bojo (👨) ke toko listrik untuk beli kabel olor (baca: roll cable). Muter-muter pasar, ketemu Toko A (👦)
👨: "Mas, ada kabel olor?
👦:"Ada (sambil mengeluarkan barang yang kami maksud dari dalam etalase). Harganya 50 ribu."
👨:"Ada yang kabelnya lebih tebal dari ini gak?"
👦:"Ada, mahal tapi." (sambil mengeluarkan barang lainnya)
👨:"Wuik, gedene wadahe, Mas. Sing kabele tebel ngene tapi cilik wadahe ono opo ora?"
👦:"Gak ono, Mas." (langsung bergegas pergi menghampiri kastamer lainnya) 

Kami pun akhirnya pergi, tidak jadi beli di toko A. Kami pindah ke toko B (👴)
👨: "Ko, ada kabel olor?
👴:"Ada (barang yang sama dengan Toko A). Harganya 50 ribu."
👨:"Ada yang kabelnya lebih tebal dari ini gak?"
👴:"Gak ada, soalnya mahal, harganya di atas seratus. Gak laku." (Buset, ketus amat ni orang!)
👨:"Ya udah, Ko. Makasih!"
👴:Gak pake ngomong, langsung masuk ke dalam. 
Hmmm... Ora maneh-maneh marani tokone wong iki (terjemahan: Gak bakal datang lagi ke tokonya orang ini) 

Keliling-keliling lagi.. Berhentilah kami di  toko C. 
👨: "Cik, ada kabel olor?"
👩:"Ada, Om. (barang yang sama dengan Toko A dan B). Harganya 55 ribu."
👨:"Ada yang kabelnya lebih tebal dari ini gak?"
👩:"Gak ada, Om. Tapi pake ini aja lo kuat, Om. Kabelnya ini tebelnya cukupan kok. Ini lo dipake anak saya buat ngecas hape, laptop.. Ini colokannya kabel olor dipasangi "T" sampe penuh. Ya hape, laptop, vcd,  kipas angin, emboh opo maneh. Kuat, Om. Harganya gak mahal, tapi merk ini terkenal, gak gampang rusak. Gak pernah ada yang komplain kok. Saya aja beli banyak, pake  buat rumah saya, rumahnya adik-adik saya... Semuanya gak ada masalah, Om."

Akhirnya kami pun beli di toko C. Padahal barangnya sama, dan harganya lebih mahal lo dari dua toko sebelumnya. 

Dapatkah kalian menangkap pelajaran dari kisah saya di atas? Sayapun mendapat pelajaran dari Toko A, B, dan C.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Senin, 24 September 2018

MOOD BOOSTERKU

Mak, pernah gak merasa, sungguh berat peran sebagai ibu rumah tangga? Bangun pagi sebelum ayam berkokok,  dan baru beranjak tidur setelah semua anggota keluarga terbuai mimpi. Apa saja sih kerjaan kita, Mak?  Mulai bangun pagi sudah heboh dengan aneka ria kegiatan rumah tangga. Belanja lauk-pauk, memasak, mencuci baju, mencuci piring, mengurus suami mulai dari dia bangun sampai berangkat kerja, sarapannya, baju kerjanya.. Ibu juga tidak lupa membantu menyiapkan segala keperluan sekolah anak seperti bekal makan dan minumnya. Apabila anak masih balita tentu harus memandikan dan menyuapinya. 

Ibu rumah tangga juga berperan sebagai ojek yang siap sedia mengantar-jemput anak ke dan pulang sekolah. Sorenya masih menemani anak-anak bermain, mengantar-jemput mengaji. Malamnya? Jangan dikira seorang ibu bisa beristirahat. Kita masih harus mengajari pelajaran sekolah, menyiapkan makan malam, beres-beres rumah sebentar, menemani anak menyiapkan perlengkapan sekolah untuk besok pagi, sampai akhirnya ketiduran saat mengeloni anak. 

Dengan seabrek aktifitas dan kewajiban yang harus dijalani setiap harinya, maka sangatlah wajar kalau mood kemudian menjadi turun  karena badan dan pikiran yang telah lelah. Kalau sudah begitu, emak-emak tentu perlu booster untuk menaikkan mood. Ada emak yang nyemil snack manis, makan gorengan, belanja-belanja, kumpul-kumpul dengan teman-teman, makan coklat, jalan-jalan, ataupun rumpi-rumpi dengan tetangga. Semuanya dalam rangka meningkatkan mood dan meningkatkan stamina para emak lagi untuk melakukan kegiatan keesokan harinya. 

Kalau aku sendiri, mood booster yang ampuh bagiku adalah dengan mendengar kabar gembira. Entah dari siapa saja, dan dari mana saja, aku usahakan pada saat bad mood, segera cari-cari berita yang menggembirakan. Apakah itu dari tetangga, saudara, bahkan dari teman dunia maya. Misalnya, mendengar kabar dari kastamer bahwa dia sudah melakukan transfer untuk membeli daganganku...he...he...Dengan mendengar kabar gembira, hati ini pun ikut bahagia. Otomatis, mood jadi naik. Semangat untuk melakukan segala aktifitas pun meningkat lagi. Setuju kan, Mak? 

Kalau Kamu, mood boostermu apa, Mak? 

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Minggu, 23 September 2018

MENANTI

Lihatlah langit di atas istana
Rembulan sudah penuh lagi
Sekian purnama telah bermasa
Cantik sinarnya menemani puteri

Rembulan mulai menggoda
Apa yang dinanti?
Mari menari bersama
Berdansa bertabuh gelisah hati
Pangeran yang pergi kan datang jua
Bukankah dia sudah berjanji?

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Sabtu, 22 September 2018

PERCOBAAN PEMBUNUHAN 2

"Sudah, Ma, jangan nangis lagi. Kucing sudah mati ya kita kubur saja. Nanti aku belikan kucing lagi."

Nasibmu sedang mujur, Ma. Setelah pisau kecil gagal menghabisi nyawamu, sekarang kau pun masih selamat dari racun tikus yang aku bubuhi di atas ikan goreng kesukaanmu. 

#Flash Fiction
#TantanganODOP2 #onedayonepost #odopbatch6 #fiksi/#nonfiksi

PERCOBAAN PEMBUNUHAN 1

"Alhamdulillah, isteri bapak selamat. Pisau kecil yang menancap di perutnya tidak sampai melukai usus dan lambungnya hingga parah."

Sialan! Harusnya aku pakai samurai tadi.


#FlashFiction
#TantanganODOP2 #onedayonepost #odopbatch6 #fiksi

MAKNA SURAT AT-TAGHOBUN AYAT 14-15



يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ. .
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (14). 
.عَظِيمٌ أَجْرٌ عِندَهُ لَّهُ وَافِتْنَةٌ وَأَوْلَادُكُمْ أَمْوَالُكُمْ إِنَّمَا
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar (15).

Apakah kandungan dari ayat ini? 
Surat At-Taghobun termasuk dalam surat Makkiyah karena semuanya turun di kota Mekkah. Hanya kedua ayat itu saja yang diturunkan Allah SWT  di kota Madinah disebabkan karena ada seorang laki-laki yang bernama Auf bin Malik Al-Asyja`i datang mengadu kepada Rasulullah SAW tentang perilaku anak dan istrinya yang selalu menghalanginya bila akan berjihad di jalan Allah SWT. Auf bin Malik Al-Asyja`i mempunyai banyak anak dan istri. Bila dia akan berangkat jihad, mereka selalu menangis dan menggandolinya seraya berkata,”Kepada siapakah kami ditinggalkan?” Maka oleh Allah SWT, diturunkanlah ayat ini untuk menjadi pembelajaran bagi umat Islam. 
Seorang ahli agama bernama Al-Qadhi Abu Bakar ibn al-Arabi berkata bahwa ayat ini menerangkan tentang kemungkinan adanya musuh di dalam anggota keluarga atau dari pihak istri sendiri. Musuh yang dimaksud bukanlah  musuh seperti biasanya, tetapi musuh dalam selimut, yang akibat dari perbuatannya  bisa membuat seseorang melemah hatinya dan hilang semangatnya, dan akhirnya surut dari perjuangannya di jalan Allah, bahkan bisa menghilangkan sifat ketaatannya kepada Allah SWT. Maka dari itu berhati-hatilah karena tidak ada musuh yang lebih berbahaya dari pada musuh yang mampu memutuskan ketaatan antara seorang makhluk dengan Allah SWT. 
Bahkan Nabi Isa as pernah bersabda, ”Orang yang dikuasai oleh istri, anak dan hartanya, sesungguhnya sudah menjadi budak keduniaan”. Maka ayat ini memperingatkan umat Islam untuk tidak berlebihan dalam mencintai keduniawian, karena sesungguhnya mereka itu tidak kekal abadi.

#Komunitasonedayonepost
#ODOP_6



Kamis, 20 September 2018

Pembatalan Transaksi

Untuk sahabat-sahabatku, pejihad di dunia perdagangan, baik online maupun offline...

Hai Kawan,

Jangan pernah merasa kecewa jika ada seseorang mampir ke lapak, kemudian bertanya panjang lebar dari a sampai z mengenai barang dagangan kita, lalu pada akhirnya dia tidak jadi membeli, bahkan menghilang tanpa jejak. Berbaik sangkalah, mungkin dia mempunyai kebutuhan mendadak yang tidak bisa ditunda.

Jangan anggap calon pembeli sebagai PHP (Pemberi Harapan Palsu) jika kita sudah totalan tapi dia tidak kunjung transfer... Jangan ya?

Apalagi sampai kita buat status yang berisi hujatan-hujatan di sosial media... Duuhh malah bikin dosa dong!

Yuk, mari disimak apa kata junjungan kita Nabi Besar Rasulullah SAW mengenai kondisi di atas.

Rasulullah Shollallohu 'Alaihi Wassalam bersabda,

"Barang siapa menerima pembatalan transaksi dari seorang muslim, maka Allah akan membatalkan (menghapus) dosa-dosanya pada hari kiamat". (H.R. Abu Dawud)

Nabi Muhammad SAW sangat memahami bahwa kebanyakan pedagang pasti merasa kecewa apabila barangnya tidak jadi dibeli. Bahkan beberapa pedagang yang lain kemudian ada yang melampiaskan kekecewaannya dengan berkata kasar, marah-marah, atau bahkan mencaci si calon pembeli.

Oleh sebab itu, Nabi junjungan kita mengisyaratkan ganjaran yang luar biasa bagi seorang penjual yang mau bermurah hati, sabar, dan berlapang dada menerima pembatalan transaksi.

Tidak tanggung-tanggung ganjaran yang diisyaratkan oleh Rasulullah SAW. Dikatakan bahwa dalam setiap pembatalan itu, Allah akan memberikan pertolongan yang luar biasa yaitu membatalkan (menghapus) dosa-dosa sang pedagang pada hari kiamat. Sungguh indah apa yang dijanjikan oleh Islam.

Tidak mudah memang bagi kita untuk berlapang dada menerima pembatalan dari calon pembeli. Apalagi, jika di saat pembatalan itu berarti rejeki yang besar dari hasil penjualan pun terlepas dari tangan. Akan tetapi, sebagai seorang muslim, sepatutnya kita harus selalu berbaik sangka terhadap calon pembeli. Kita harus yakin Allah telah memberikan jalan yang terbaik dan pasti mempunyai rencana di balik pembatalan tersebut. Percayalah bahwa Allah pasti juga akan memberi yang lebih baik daripada pembatalan tersebut.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Selasa, 18 September 2018

Syair Kejujuran

Bergaullah dengan orang mulia
Agar terhindar api neraka
Kalau kau tanya siapa
Dengarlah sini aku berkata

Perkataannya tak pernah dusta
Hatinya hanya jujur belaka
Perintah agama selalu dijaga
Menangis takut berbuat dosa

Bila janji selalu ditepati
Pribadi khianat sangat anti
Tidak khawatir harta duniawi
Hanya surga yang dinanti

Orang mulia jadi sahabat
Hidupmu selalu diajak bertobat
Tidak pusing dunia akhirat
Hidup tenang akhir hayat

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Kekasih Sempurna

Dewa sedang mengobrol dengan Meta di kantin kampus saat gawainya tiba-tiba berbunyi lirih. Ada pesan masuk. Dewa melirik sekilas ke layarnya. Pesan dari Magda, kekasihnya. 

"Kok dilirik aja, dibuka dong. Mungkin dari Magda," Meta menegur Dewa. 

"Memang dari Magda, tapi aku malas mau baca isinya. Biarin ajalah!"

"Lho, kok?" Meta tidak jadi melanjutkan perkataannya. Bukan urusannya, mungkin Dewa dan Magda sedang bertengkar. Meta tidak mau ikut campur. 

----------

"Assalamualaikum, Dewa. Maaf aku telepon. Tadi siang aku WA kamu, tapi gak kamu gak baca. Sibukkah di kampus?" Magda menelepon Dewa sore harinya saat Dewa sedang tiduran di kamar kosnya. 

"Iya, aku sibuk. Seharian di perpustakaan kampus, belajar dan ngerjain tugas. Kamu ada perlu apa telepon?" Dewa menjawab dengan malas-malasan. 

"Oh, sibuk ya? Gak kenapa-kenapa kok. Tadi mau minta tolong sesuatu, tapi kalau kamu sibuk ya sudah gak apa-apa. Aku gak mau ngerepotin kamu. Sudah ya, assalamualaikum."

"Waalaikumsalam." Dewa langsung memutuskan telepon dan melempar gawainya ke atas kasur. Dewa merenung di dalam kamarnya. Sudah lama dia memendam perasaan ini. Semakin lama dia semakin merasa bosan akan hubungannya dengan Magda. Teman-temannya sering merasa iri terhadap mereka berdua. Sebagai sepasang kekasih, mereka hampir sempurna. Dewa tampan, Magda cantik. Mereka tidak pernah bertengkar. Magda selalu dipuji oleh teman-teman Dewa sebagai kekasih yang penuh pengertian. Dia tidak pernah menuntut apapun dari Dewa. Semua tindakan Dewa selalu diiyakan, tanpa ada protes sedikitpun. 

Tapi, lama kelamaan Dewa bosan dengan hubungan seperti ini. Dewa merasa hubungannya hanya berjalan satu arah, apapun tindakannya, Magda pasti mengiyakan. Tidak ada umpan balik, tidak ada sharing. Magda selalu menurut, tidak pernah menuntut. Kata teman-temannya, hal itu dilakukan karena Magda sangat mencintainya. Tapi Dewa ingin lebih, dia ingin kekasih yang bisa diajak berbagi pendapat, dia ingin ada yang menegur bila dia berbuat kesalahan. Dia tidak ingin kekasih yang penurut, apa bedanya dengan boneka? 

"Besok aku akan mengajak Magda bicara. Aku akan bilang tentang perasaanku sesungguhnya, bahwa aku butuh teman untuk sharing, bukan boneka hidup yang bisanya hanya manggut-manggut mengiyakan."

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Senin, 17 September 2018

Kenali Jenis Kulitmu

Hai Teman, apakah kau paham dengan jenis kulitmu? Kalau kurang paham, yuk baca uraian saya di bawah ini. Semoga bisa membantu ya?

1. Kulit Berminyak
Jenis kulit ini mempunyai permukaan yang berminyak, minyak yang tampak agak sulit untuk menghilangkannya meskipun sudah menggunakan berbagai jenis produk kosmetika dan pembersih wajah lainnya.

Jenis kulit ini memiliki permukaan kulit yang berkilau seperti pada bagian tengah wajah dan dahi, dengan lubang pori-pori kulit yang agak lebih besar dibanding dengan jenis kulit biasanya. Oleh karena itulah untuk jenis kulit ini sangat mudah akan timbulnya jerawat akibat infeksi bakteri yang disebabkan oleh debu kotoran dan minyak pada kulit. 

2. Kulit Kering dan Dehidrasi
-Kulit Kering
Kulit terasa kasar dan kaku baik sebelun dan sesudah dibersihkan. Memiliki kulit kering sangatlah tidak nyaman bahkan akan nampak retak atau terasa gatal. Faktor yang mempengaruhi terjadinya kulit kering dimana kulit kekurangan asam lemak atau lipid pada kulit.
- Kulit Dehidrasi
Kulit dehidrasi terasa agak ketat dan memiliki garis-garis halus pada kulit. Umumnya kulit dehidrasi dapat terjadi untuk semua jenis kulit hal ini dikarenakan kurang konsumsi air putih. Untuk penyebab lainnya juga bisa dikarenakan kesalahan dalam menggunakan kosmetik utamanya ketika memakai kosmetik pembersih dan pengelupasan kulit. Jika kulit sedang mengalami dehidrasi maka hentikanlah menggunakan produk yang keras.

3. Kulit Kombinasi
Kulit kombinasi adalah kulit yang memiliki dua jenis kulit berbeda, seperti perpaduan antara jenis kulit berminyak dan jenis kulit kering. Seringkali orang dengan kulit kombinasi menggunakan dua pelembab yang berbeda yang lebih ringan pada zona T (daerah dahi, hidung, bibir dan dagu) dan jenis lainnya pada bagian pipi.

4. Kulit Sensitif
Untuk orang yang memiliki jenis kulit sensitif dibutuhkan perlakuan yang ekstra hati-hati terhadap pemakaian parfum, pewarna bibir dan produk lainnya. Jenis kulit ini memiliki struktur kulit yang sangat tipis serta mudah teriritasi.

5. Kulit Normal
Jenis kulit ideal dan seimbang, tidak tergolong dalam kulit kering, kulit berminyak dan sensitif. Menurut dokter kecantikan, jenis kulit ini hampir dikatakan tidak ada, karena ini adalah jenis kulit yang sempurna. 

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Minggu, 16 September 2018

Caraku Berbagi Kebahagiaan



Orang bijak pernah berkata, "Bahagiakanlah orang-orang dan lingkungan di sekitarmu, maka kau akan jauh merasa  lebih merasa bahagia bila dibandingkan dengan mereka."

Setuju kan dengan pernyataan ini, Sahabat? Melihat orang lain bahagia, apalagi rasa bahagia itu bersumber dari kita, kita pasti merasa jauh lebih bahagia daripada dia. Kita jadi terpacu ingin terus-menerus menebar bahagia kalau sudah merasakan begitu indah rasanya. Perasaan ingin berbagi kepada sesama makhluk hidup ciptaan Allah SWT akan selalu timbul di dalam dada. 

Tiap-tiap orang mempunyai cara yang berbeda dalam memberikan kebahagiaan kepada sekitar. Ada yang menyisihkan sebagian hartanya, ada yang membantu menyediakan sarana untuk kesejahteraan umum, ada yang menolong orang lain, dan masih banyak lagi. 

Kalau aku, dengan cara apa menebar kebahagiaan kepada masyarakat di sekitar tempat tinggalku? Karena aku suka masak, dan suka makan, ya  tentu saja kutebarkan kebahagiaan lewat masakan. Seringkali aku sengaja masak berlebih agar hasil masakan tersebut cukup untuk kubagi-bagikan kepada para tetangga. Aku juga sering mencoba memasak masakan unik, dan kemudian hasil jadinya kuedarkan ke tetangga kiri dan kanan. 

Senang sekali melihat ekspresi wajah mereka saat menerima antaran masakan dariku. Semuanya menunjukkan senyum yang lebar dan penuh kebahagiaan. Bahkan pernah suatu ketika ada yang langsung mengambil sendok dan memakannya sampai habis, pertanda ia sangat menyukainya. Lupalah dia akan suami dan anak-anaknya. 

Bagi tetangga yang tidak langsung memakan hasil masakanku tersebut, maka segala pujian akan mereka lontarkan  keesokan harinya. Saat berjumpa, mereka pasti akan  bercerita bahwa masakan yang aku buat selalu dijadikan rebutan oleh seluruh anggota keluarganya. Seringkali aksi rebutannya itu juga membuat mereka sekeluarga  tertawa geli dan bahagia.  Cihuyyy... Bahagianya hatiku. Rasanya ingin terbang sampai ke awang-awang. Membuat aku tambah bersemangat untuk menebarkan kebahagiaan lebih banyak lagi ke sekitarku. 

Bagaimana dengah dirimu, Teman? Sudahkah engkau menebar kebahagiaan di lingkungan sekitarmu?  Dengan cara apa engkau menebarnya? Yuk, kita sharing di sini. 

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Sabtu, 15 September 2018

CIRI KRIM BERBAHAYA

Hai, banyak yang mupeng kalau lihat wajah teman yang puutiiihhh. Pasti langsung interogasi, kamu pake krim apa? Sudah berapa lama pake krimnya?

Kalau mau pakai krim, hati-hati ya Bund. Cek benar-benar apakah krim itu mengandung bahan berbahaya atau tidak. Berikut saya berikan ciri-ciri krim yang mengandung bahan kimia berbahaya, monggo dibandingkan dengan krim masing-masing yaa? 

1. Berwarna Mengkilap.
Krim pemutih wajah yang mengandung merkuri/hidrokuinon biasanya berwarna yang mencolok seperti pink, kuning atau putih yang mengkilat seperti mutiara. Hal ini karena krim pemutih tersebut mengandung pewarna tekstil. 

2. Terasa Lengket
Krim pemutih wajah yang mengandung merkuri biasanya akan terasa lengket jika digunakan. Jika didiamkan maka akan tampak minyak yang terpisah dengan unsur padat lainnya. Ini dikarenakan merkuri bersifat homogen atau tidak dapat menyatu dengan unsur lainnya.

3. Berbau Menyengat
Kosmetik yang mengandung merkuri biasanya berbau menyengat atau berbau logam. Untuk menyamarkan bau logam ini, produsen menambahkan parfum yang berbau tajam.

4. Kulit Memerah dan Mengalami Iritasi.
Reaksi pertama pemakai krim yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, adalah kulit terasa perih, gatal, panas atau memerah. Penjual akan mengatakan itu adalah tanda bahwa krim tersebut bekerja memutihkan kulit dari dalam dan penggunaan harus diteruskan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, dan kita pun percaya. 

Kenyataan yang terjadi adalah itu merupakan penolakan yang dilakukan kulit sebagai pertahanan atas masuknya bahan berbahaya. 

Sejatinya kulit memiliki perlindungan tersendiri sehingga tidak akan memerah jika terkena sinar matahari. Tetapi apabila wajah menjadi sensitif dan iritasi bila terkena sinar matahari maka perlu diwaspadai adanya kemungkinan lapisan kulit anda telah menipis dan rusak akibat kandungan zat berbahaya pada krim. 

5. Kulit Putih dalam Waktu Singkat.
Hentikan pemakaian jika hanya dalam beberapa hari pemakaian, kulit wajah langsung putih mulus. Itu adalah efek dari merkuri dan hidrokuinon yang terkandung dalam krim pemutih wajah. Cara kerja hidrokuinon dan merkuri adalah mematikan sel pembentuk pigmen sehingga wajah menjadi putih dalam waktu singkat. 

6. Membuat Ketergantungan
Jika pemakaian dihentikan kemudian timbul masalah seperti jerawat, bintik-bintik hitam atau kulit menggelap, maka itu berarti krim mengandung bahan berbahaya.

7. Pori-pori Tampak Mengecil dan Halus
Hal ini disebabkan karena lapisan terluar kulit wajah kita telah terkikis oleh merkuri sehingga sepintas trelihat pori-pori mengecil dan halus. Untuk mengujinya, cobalah berdiri di bawah sinar matahari. Kulit akan terasa terbakar, gatal dan kemerahan. Ini berarti kulit sudah tidak mendapat perlindungan dari melanin yang berfungsi menjaga dari sinar radiasi matahari.

8. Kerusakan Kulit
Pengguna krim berbahaya tidak pernah merasakan timbulnya jerawat. Wajah anda akan sangat mulus, kinclong dan bersih. Eitss... Jangan senang dulu!

Hal ini diakibatkan lapisan kulit epidermis telah rusak, sehingga tidak mengandung melanin dan protein yang melindungi kulit dari paparan radiasi matahari. 

Timbulnya jerawat itu sebenarnya baik lo, dia berfungsi sebagai indikator tingkat kandungan protein di dalam kulit. Jerawat juga mengontrol  tingkat kerajinan kita dalam membersihkan wajah. Pada kulit yang sudah tercemar merkuri, hal ini tidak terjadi lagi, karena struktur protein kulit telah menjadi rusak.

Bila kulit telah tercemar merkuri dan hidrokuinon, maka saat pemakaian dihentikan akan timbul jerawat kecil-kecil disertai rasa gatal. Bintik-bintik hitam akan muncul di bawah kulit sebagian ataupun merata di wajah. Warna putih pada kulit wajah lama-kelamaan akan berubah menjadi abu-abu lalu selanjutnya kehitaman.

Efek lanjutannya dapat menyebabkan kanker kulit, kerusakan jaringan tubuh dan menyebabkan kematian. Pada janin akan menghambat pertumbuhan, menyebabkan cacat dan kematian.  Oleh karena itulah dokter selalu melarang penggunaan krim wajah pada wanita hamil. 

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Jumat, 14 September 2018

BARANG YANG SELALU ADA DI DALAM TASKU



Kalau disuruh menyebutkan satu jenis barang yang selalu ada di dalam tasku saat aku bepergian, maka keluarlah jawaban mantap: kantong kresek. Nah lo, bukannya biasanya isi tas perempuan itu kayak orang mau berangkat kemping? Bedak, lipstik, dompet besar berkantong banyak yang berfungsi untuk pembeda nilai uang, gawai, tissue kering, tissue basah, hand sanitizer, wangi-wangian, hmm.. entah apalagi lah. 

Percaya gak teman, aku itu jaraaaang banget bawa dompet. Setiap bepergian, uang dan KTP aku masukkan ke dalam kantong kecil yang ada di tas. Gawai? Aku sering lupa bawa. Apalagi kalau bepergian sekeluarga, dijamin 200% saya gak akan membawa gawai, kan suami dan si Sulung sudah bawa he he... 

Make up? Dari dulu hanya nganggur cantik di rumah. Kalau kemana-mana gak pernah dandan, paling cuma bedak tipis dan lipstik. Apalagi sekarang sejak pakai sabun NuAmoorea, jarang ppakai bedak dan lipstik karena wajah sudah tampak cerah dan bibir sudah mulai merah alami.

Tapi kantong kresek alias kantong plastik, jangan ditanya, adalah barang yang tidak pernah tertinggal di dalam tasku. Ya karena kebiasaan dari ibuku yang selalu menyelipkan kantong kresek di setiap tasnya, akhirnya kutiru dan menjadi kebiasaanku. 

Bagiku kantong kresek sangatlah bermanfaat, terutama menyangkut anak-anak. Ketiga anakku gampang muntah. Mencium aroma yang tidak enak, langsung byorr... Makan sesuatu yang keras dan nyantol di kerongkongan,  byorr...  Ketawa, byorr...  Nangis, byorr.. Habis lari-lari, byorrr. Main-main di kidzone, batuk-batuk, byoorr... Makanya aku harus selalu sedia kantong kresek untuk menampung segala akibat yang dikeluarkan karena aktivitas mereka. Belum lagi kalau bawa bocah cilik ke tempat makan, yang kalau makan selalu maunya makan sendiri. kantong kresek berfungsi sebagai tempat baju kotornya. 

Saat arisan, kantong kresek diperlukan setelah tuan rumah mempersilahkan ibu-ibu untuk membawa pulang jajanan yang masih tersisa. Beberapa ibu biasanya langsung menoleh ke arahku. Tujuannya? Minta kantong kresek (alamak!!). 

Kalau kalian, Tem barang apa yang selalu kau bawa saat bepergian? 

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Kamis, 13 September 2018

Emak dari Antah Berantah


Alkisah ada seorang emak dari negeri Antah Berantah datang ke kampungku ini. Penyebab si Emak datang ke sini adalah karena ada saudaranya yang sedang tertimpa kemalangan, sang imam telah pergi mendahuluinya.

Si Emak tiba di kampungku bersama segala asesorisnya. Mulai dari leher, telinga, tangan, hingga jari-jemarinya penuh dengan perhiasan bling-bling yang menyilaukan mata. Dia datang bersama pengawalnya, menaiki kereta kencana keluaran terbaru. Mengenakan  pakaian indah penuh mutiara, hingga sepatu bertahtakan kristal dan batu mulia. Cipika-cipiki berbasa-basi kepada sang saudara dan seluruh anggota keluarganya, kemudian mulai mengatur-atur laksana ratu. Tumpengnya harus begini, bunga taburnya harus begono, untuk keperluan tahlilan nanti malam, dipesankannyalah masakan dari katering ternama. Emak bling-bling mengeluarkan segepok uang di hadapan para pelayat sambil bersuara keras, "Ini uang dari saya untuk mengurus segalanya. Kalau uang ini masih kurang, silahkan bilang, saya yang akan membayarnya."

Para pelayat memandangi si Emak dengan penuh rasa kagum dan hormat. "Sungguh dermawan nyonya ini, semua keperluan pemakaman telah ditanggung olehnya. Semoga amal baiknya diterima oleh Allah." Alhamdulillah pemakaman hari itu dan tahlilan di malam harinya berlangsung lancar. Emak bling-bling tersenyum puas, seluruh pelayat dan anggota pengajian menyalaminya dengan penuh rasa hormat. Sang saudara dan keluarga tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih karena telah dibantu sedemikian rupa. Emak bling-bling akhirnya pulang kembali ke negerinya.    

Satu bulan setelah pemakaman, saudara si Emak bling-bling datang ke rumahku. Apa tujuannya? Ternyata beliau hendak meminjam uang. Uang itu akan dia pergunakan untuk melunasi hutang atas biaya pemakaman dan tahlilan suaminya.

"Lho, bukannya saudara ibu yang telah menanggung semua biaya pemakaman hingga tahlilannya?" Aku bertanya dalam keheranan.
"Aku kira juga begitu. Ternyata kemarin dia datang memberikan daftar berisi perincian atas semua biaya yang telah dia keluarkan untuk pemakaman dan tahlilan. Dia menganggap itu sebagai hutang dan memintaku untuk segera melunasinya."

Ya Allah, ternyata ketulusan yang dia tunjukkan kemarin itu hanya sandiwara!

#KomunitasOneDayOnePost
#ODOP_6


Rabu, 12 September 2018

Mengapa Aku Ingin Menulis?



Bagiku, penulis itu adalah seorang yang keren. Bagaimana tidak? Dia mampu menerjemahkan semua yang ada di dalam hati dan pikirannya pada saat itu ke dalam bentuk tulisan, sehingga orang yang membaca hasil karyanya dapat memahami apa maksud dan keinginannya.

Tentang penulis fiksi, mereka akan membawa para pembacanya ikut mengembara ke dalam dunia imajinasinya, mengarungi samudera, menjelajahi dunia, terbang melintasi awan, hingga akhirnya mendarat dengan nyaman di padang rumput penuh bunga. Emosi pun terbawa sesuai alur cerita. Ikut marah, sedih, menangis, tertawa, seakan-akan pembacalah yang menjadi tokoh di dalam ceritanya.

Siapa yang tidak kenal Bung Karno dan Bung Hatta? Motivator kebangsaan kita. Bapak negara yang hasil tulisannya menjadi inspirasi bagi rakyat Indonesia. Bahkan kedua proklamator ini harus mendekam di dalam penjara dan diasingkan sebab penjajah Belanda takut akan tulisan-tulisannya yang tajam dan provokatif, karena rakyat Indonesia menjadi terbakar semangat perjuangannya setelah membaca tulisan mereka.

Aku pun ingin seperti para penulis ini. Aku ingin orang-orang mengerti apa yang ada dalam hati dan pikiranku. Aku ingin bersama mereka merasakan bahagia, bersyukur, bersedih, menangis, dan tertawa. Aku ingin membagi pengalaman dan pengetahuan yang berguna kepada mereka. Aku ingin menjadi penulis yang membawa manfaat bagi para pembacaku.

Apabila aku menulis fiksi, aku ingin mereka merasakan betapa indahnya jatuh cinta, sakitnya ditinggalkan, dan damainya keikhlasan. Akan kuajak mereka menaiki perahu bulan, memetik bintang, menikmati hangatnya mentari dan lembutnya awan.

Apabila aku ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan yang berguna, akan kupastikan bahwa mereka benar-benar mendapat manfaat dari tulisanku. Aku ingin menjadi penulis yang hasil tulisannya dapat menjadi motivator dan pemacu semangat bagi para pembaca untuk melangkah maju ke arah yang lebih baik. Kegiatan menulis ini akan aku jadikan kegiatan beribadah dan ladang mencari pahala yang sebanyak-banyaknya.

Agar hasil tulisanku semakin bagus dan enak dibaca, maka aku harus selalu konsisten dalam melakukan kegiatan menulis. Mengikuti kelas menulis online dan berbagai tantangan menulis dapat membantuku mengasah kemampuan. Salah satunya, ikut dalam komunitas one day one post. Harapanku semoga selama dan setelah mengikuti tantangan ini, kemampuan menulisku akan semakin tajam terasah sehingga keinginanku menjadi penulis yang bermanfaat pun dapat tercapai.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Selasa, 11 September 2018

CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA

"Ini Bu, bayinya ibu Wulan. Sehat dan cantik seperti ibunya. Kasihan, masih kecil begini sudah ditinggal oleh ibunya."
Kugendong bayi Wulan dengan hati-hati. Kuraih tangan mungilnya, kuciumi pipinya. Aku langsung jatuh cinta padanya sejak pertemuan pertama ini. Luar biasa cantik bayi ini, tidurnya sangat tenang. Dia tidak mengerti bahwa ibunya baru saja meninggalkannya untuk selama-lamanya.

Wulan teman karibku sejak SMP. Dia berasal dari keluarga tidak mampu, orangtuanya meninggal saat dia masih kecil, dan dia besar dalam asuhan neneknya. Wulan anak yang baik, sikapnya yang dewasa menjadikan dia seperti kakak bagiku walaupun kami seusia. Orangtuaku juga sangat menyayanginya, kalau hendak jalan-jalan, pasti Wulan diajak turut serta. Maka jadilah kami seperti kakak beradik yang selalu bersama.

Persahabatan kami mulai mengalami kerenggangan saat kami duduk di bangku SMA. Wulan anak yang populer di sekolah. Dia cantik, pandai, dan walaupun bukan dari keluarga kaya, semua orang pasti menyukainya karena sifatnya yang penuh kasih. Sedangkan aku? Tersisih jauh di belakangnya. Aku berusaha menghindar darinya, tapi dia dengan sabar selalu berusaha mendekatiku. Semakin dia mendekatiku, aku semakin benci padanya.

Puncak kebencianku pada Wulan terjadi saat aku kelas tiga SMA. Menjelang ujian kelulusan, ibuku memanggil seorang guru les privat untuk mengajariku. Mas Lutfi, aku langsung jatuh hati padanya pada pertemuan pertama kami. Dia seorang mahasiswa semester lima. Wajahnya tidak setampan Randy, bintang basket di sekolahku. Tapi sinar matanya yang teduh, dan sikapnya yang sabar, mampu melelehkan hatiku. Hatiku berbunga-bunga setiap hari, tidak sabar menantikan saat les tiba.

Suatu hari terjadi pertemuan tidak sengaja antara mas Lutfi dan Wulan. Pertemuan itu menautkan hati mereka, mereka saling jatuh cinta dan akhirnya menikah. Aku tidak pernah memaafkan Wulan sejak saat itu, walaupun dia berkali-kali memohon maaf, aku tidak pernah menerimanya.

Dan sekarang, anak Wulan dan Mas Lutfi tidur dengan nyaman di gendonganku. Wulan meninggal karena komplikasi saat melahirkan, menyusul mas Lutfi yang meninggal dua bulan yang lalu akibat kecelakaan. Ternyata, aku langsung jatuh cinta kepada anak mereka, cinta selayaknya ibu saat pertama kali memandang anak yang baru dilahirkannya.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6


Senin, 10 September 2018

PEMBELIAN TAK BERFAEDAH


Hampir tiap hari, sepulang kerja, suamiku selalu membawa sesuatu yang bagiku sangat tidak berfaedah. Beberapa hari yang lalu, pulang membawa oleh-oleh berupa emping mlinjo sebanyak 5 bungkus. Sontak aku ngomel,"Kok tuku mlinjo to Pak, wong kolesterole di atas normal. Enak mangane, gak enak nang awak engko. Nggolek penyakit ah!". Suamiku menjawab,"Gak ta pangan kok Dek. Kasihno wong-wong ae sopo sing gelem mlinjo iki. Aku iki mesakno, tadi sing dodol wonge wis sepuh, wis bungkuk, mlakune tunuk-tunuk."

Besoknya lagi dia pulang membawa mainan pesawat-pesawatan yang terbuat dari kayu. Belum sempat pesawat mainan itu digunakan sebagai mainan oleh anak-anak, baling-balingnya sudah terbang sendiri tanpa badannya. Pernah juga dia membawa mainan berupa beruang-beruangan sedang menabuh gendang yang terbuat dari kayu. Mainan itu dibanting sekali oleh si bungsu, langsung lepaslah kaki dan tangan, dan genderang dari badannya.

Saat berhenti di lampu merah, sambil menunggu lampu hijau, tahu-tahu dia memanggil pedagang asongan yang berjajar di situ dan membeli peta Surabaya, padahal sehari-hari kalau mencari alamat, dia selalu memakai Google Maps. Sukanya membeli koran, padahal jarang dibaca. Belum lagi sukanya membelikan buku mewarnai untuk anak-anak dengan harga lima ribu rupiah dapat tiga buah, yang kalau cara kita mewarnai agak menekan sedikit, kertasnya langsung sobek. Gambar tempel dan sticker-sticker lucu, tapi sama sekali tidak bisa menempel saat coba ditempel di permukaan mana pun, bahkan di permukaan yang sangat haus seperti kaca sekali pun.

Barang-barang tersebut sangat tidak bermanfaat buat kami... Tapi uang yang dibelanjakan oleh suamiku untuk mereka pasti berfaedah bagi mereka yang berjualan. Uang tersebut dapat menjaga mereka agar tidak menjadi pengemis, membantu mereka untuk mendapat penghasilan tanpa merendahkan martabatnya dan mempertahankan harga dirinya.

Dan hari ini aku ketularan virus beli-beli barang yang tidak berfaedahnya suami. Hari ini aku membeli sebuah bola plastik kecil berwarna-warni untuk si bungsu, padahal di rumah beraneka warna bola sudah berserakan di sana-sini.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6 


Minggu, 09 September 2018

MUBARRAK YANG JUJUR


Selamat malam, Teman. Kali ini saya akan membagikan kisah tentang kejujuran seorang muslim yang akhirnya berbuah manis.

Alkisah hiduplah seorang budak bernama Mubarak. Pria ini ditugasi untuk menjaga dan merawat kebun delima oleh tuannya. Bertahun-tahun lamanya dia bekerja dengan giat di kebun tersebut.

Pada suatu hari, sang tuan datang memeriksa kebunnya. Setelah bertemu dengan Mubarak dan berbincang-bincang sejenak mengenai kondisi kebunnya, sang majikan meminta Mubarak untuk memetikkan satu buah delima yang manis.

Mubarak pun mengambilkan sebuah delima. Sang majikanpun mencicipinya, tapi hatinya tidak berkenan,”Ini tidak manis, Mubarak. Ambilkan satu lagi.”
Mubarak mengambil sebuah lagi. Lagi-lagi sang majikan tidak berkenan, dan menegurnya dengan nada kecewa,”Ini juga masam. Carikan buah yang manis!”

Mubarak mengambilkan buah yang ke tiga. Kali ini sang majikan kembali kecewa dan mulai marah, “Ini masam, Mubarak. Bagaimana kamu ini, bertahun-tahun kamu menjaga dan merawat kebunku. Mengapa kamu tidak bisa membedakan buah delima yang manis dengan yang masam?”

“Maaf, Tuan. Tapi saya memang tidak dapat membedakannya. Sebab saya tidak pernah mencicipinya.”

Mendengar jawaban dari Mubarak, sang majikan langsung merasa heran,”Kau tidak pernah mencicipi buah ini? Padahal sudah bertahun-tahun kau menjaga kebun ini.”

“Benar, Tuan. Tuan menugaskan aku untuk menjaga dan merawat kebun delima ini. Bukan menugaskan aku untuk mencicipinya. Maka dari itulah aku tidak berani mencicipinya walaupun hanya sebuah saja.”   

Sang majikan luluh hatinya. Hilang sudah amarahnya Dia sangat kagum terhadap kejujuran Mubarak. Belum pernah dia menemui orang yang sangat jujur dan amanah seperti penjaga kebun yang ada di hadapannya saat ini.

Sang majikan akhirnya berusaha menguji pemikiran sang budak. “Wahai Mubarrak. Aku mempunyai seorang putri yang belum menikah. Menurutmu atas dasar apa aku memilih menantu untuk putriku itu?”

Mubarrak menjawab,”Orang-orang jahiliyah menikahkan putrinya berdasarkan keturunan. Golongan lain ada yang menikahkan putrinya atas dasar harta kekayaan. Ada juga yang menikahkan putrinya atas dasar ketampanan. Kita adalah orang-orang muslim, maka sepantasnya kita menikahkan putri kita atas dasar agama.”

Sang majikan merasa sangat kagum akan kecerdasan Mubarrak. Akhirnya tak lama kemudian, Mubarrak dibebaskan dari status sebagai budak, dan dinikahkan dengan putrinya.

Demikianlah, kejujuran itu terkadang pahit di awal, akan tetapi selalu manis di akhir. Karena kejujurannya, Mubarrak berhasil mengangkat hidupnya, terbebas dari status budak, dan menemukan jodohnya.


#komunitasonedayonepost
#ODOP_6  



Sabtu, 08 September 2018

RAHASIA SI ADIK


“Adeeekk.... Kamu bawa apa itu?”
“Apa sih, Kak?”
“Itu, yang kamu pegang kan gelas bekas air mineral. Apa itu di dalamnya?” Sinta berteriak curiga melihat adiknya pulang membawa gelas bekas air mineral yang mulutnya ditutupi amplop bekas.
“Rahasia!” Adiknya, Rico, menjawab sambil berlari. Sinta masih curiga, adik kecilnya yang jahil ini biasanya selalu bawa yang aneh-aneh setiap habis bermain. Kalau jawabannya pendek-pendek begitu, yakinlah pasti ada yang disembunyikan olehnya.
“Ah, biarin aja. Paling nanti dia dimarahin mama kalau bikin rusuh.” Sinta kembali menatap layar gawainya. Tak lama dia sudah lupa, asyik chatting dengan teman-temannya di dunia maya.
---------
“Sintaa, ayo siap-siap. Kita mau ke rumahnya Bude Iwan. Budemu hari ini terima lamaran.”
Sinta boleh gak ikut, Ma? Sinta capek, mau tidur aja.”
“Yakin? Kamu berani sendirian di rumah? Mama, Papa, sama Rico pulangnya malam banget lo!”
“Yakin, Sinta berani kok. Nanti nyetel televisi yang keras biar gak kesepian.”
Akhirnya orangtua dan adik Sinta pun berangkat. Sinta pindah ke kamarnya dan meneruskan obrolannya dengan teman-temannya hingga akhirnya tertidur.
-----
Menjelang maghrib, Sinta terbangun. Rumah mulai gelap. Setelah mandi, ia menyalakan lampu rumahnya. Sepi juga ya? Sinta berjalan menuju dapur, berniat menggoreng telur untuk makan malam. Saat melewati kamar Rico yang gelap, dia mendengar suara-suara aneh dari dalamnya. “Kresek, kresek, kresek...” Suara apa itu? Seperti bunyi kertas yang diremas. Sinta tidak berani masuk, dia langsung ke dapur, masak telur, dan makan di depan televisi.
Sudah pukul delapan malam. Sinta semakin tidak nyaman. Televisi dan gawai tidak lagi menarik perhatiannya. Tiba-tiba matanya tertuju ke kamar Rico, dia kembali teringat bunyi-bunyi aneh yang muncul dari sana. Pelan-pelan Sinta berjalan menuju kamar adiknya. ”Kresek....kresek...kresek...” Suara itu semakin lama semakin keras, iramanya cepat, seakan ada banyak tangan yang sedang meremas kertas. Sinta mulai menangis. Bagaimana kalau ada pencuri? Iya kalau pencuri, kalau setan?
Akhirnya Sinta memberanikan diri masuk ke kamar adiknya. Dia sudah membekali dirinya dengan sapu, seandainya ada orang di dalam kamar, dia akan memukulinya dengan sapu itu dan berteriak keras-keras. Sambil menutup mata, dia menyalakan lampu yang terletak di dinding dekat pintu kamar. Setelah lampu menyala, perlahan-lahan dia membuka matanya. Pemandangan yang dia lihat kemudian, sontak membuatnya merinding karena jijik dan geli. Di atas meja belajar, di dalam gelas bekas air mineral, puluhan ulat hijau sedang berjuang keluar dengan cara menggigit dan memakan amplop bekas yang digunakan sebagai tutupnya. Suaranya sangat keras, seperti kertas diremas.

#TantanganODOP1
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6 



Jumat, 07 September 2018

HIDROKUINON, BAHAN BERBAHAYA LAIN DI DALAM KOSMETIK


Hai Teman, setelah kemarin saya membahas soal merkuri, hari saya akan jelasin satu bahan kimia berbahaya lain yang terkandung di dalam krim pemutih.

Hydroquinon/hidrokinon
Adalah salah satu bahan kimia yang banyak digunakan dalam bahan kosmetik. Hidrokinon bekerja dengan cara membunuh Melanocytes yaitu sejenis sel yang bertindak untuk menghasilkan melanin/pigmen hitam pada kulit dan melalui penghambatan melanogenesis (proses pembentukan melanin) sehingga kulit akan lebih putih dalam waktu singkat.

Penggunaan hidrokinon akan menyebabkan ketergantungan. Ada efek yang disebut rebound, jadi apabila berhenti menggunakan lagi maka kulit akan menjadi gelap. Penggunaan hidrokinon dalam jangka waktu panjang akan menimbulkan endapan di bawah kulit, dan menyebabkan kulit menjadi berwarna keabu-abuan, bahkan hitam permanen, atau yang disebut dengan ochronosis. Hidrokinon bersifat menyerap sinar ultraviolet, Adanya sinar matahari akan mempercepat terjadinya ochronosis, oleh karena itu pengguna krim yang mengandung bahan ini dilarang keras terkena sinar matahari. Pernah berjumpa dengan kaum hawa yang sangat takut terkena sinar matahari, sampai rela hidup laksana vampire karena takut wajahnya merah karena iritasi? Besar kemungkinan mereka memakai krim mengandung bahan berbahaya ini.

Penyakit kulit lain yang akan timbul akibat penggunaan hidrokinon adalah Vitiligo/Leukoderma, dicirikan dengan hilangnya pigmen kulit akibat matinya sel Melanocytes. Hidrokinon juga diketahui sebagai bahan karsinogenik, yaitu pemacu kanker.

Demikian sedikit info yang dapat saya sampaikan, besok akan saya bagikan info sehat lainnya ya?

Oh ya, sekilas iklan, NuAmoorea beauty bar plus bahannya 100% alami, terbuat dari endapan lumpur hitam di dalam sungai di pegunungan Austria yang mengandung banyak mineral yang menjaga kulit agar tetap lembut, bercahaya, dan tampak muda.. Bahan lain yang terkandung di dalamnya adalah stemcell apel Swiss, yang dapat membantu meregenerasi kulit.
Bukan sekadar sabun, melainkan mempunyai banyak manfaat di antaranya mencerahkan wajah, mengurangi jerawat, menghilangkan flek hitam, mengangkat komedo, mengencangkan kulit, menghilangkan bopeng dan bekas luka, dan masih banyak lagi. Dijamin aman karena tanpa bahan kimiawi berbahaya. Ingin tahu lebih lanjut? Bisa WA ke 085230271220.

Sumber: www.pom.go.id dan referensi pribadi
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6 

Kamis, 06 September 2018

BAHAN KIMIA BERBAHAYA DI DALAM KRIM WAJAH


Hai Teman, kita sering menjumpai iklan-iklan krim pemutih berharga murah di sosial media maupun marketplace. Krim tersebut sangat hebat, dia mampu memutihkan kulit wajah hanya dalam hitungan hari. Jerawat pun langsung kabur tanpa basa basi lagi. Pernah merasa penasaran nggak, bahan kimia ajaib apa sih yang terkandung di dalamnya, sehingga menyebabkan wajah jadi putih dan mulus seperti putih telur yang direbus?  

Yuk, saya bantu jelasin sedikit, bahan kimia apa saja yang terkandung di dalamnya:

Merkuri
Merkuri bekerja dengan membendung dan menekan melamin di dalam lapisan kulit, sehingga permukaan kulit tampak putih pucat dalam waktu singkat. Penggunaan merkuri ini sangat berbahaya karena  bahan kimia ini dapat dengan mudah diserap oleh kulit dan masuk ke aliran darah.

Karena bersifat korosif, maka merkuri yang dioleskan ke kulit secara rutin dalam bentuk krim pagi-siang-malam, akan membuat lapisan kulit makin lama semakin menipis. Makanya seringkali kita lihat para wanita yang menggunakan krim racikan tampak urat-urat kebiruan di wajahnya, dan wajahnya akan langsung memerah bila terkena sinar matahari.

Merkuri dapat meracuni tubuh dan menyebabkan kerusakan pada saluran pencernaan, sistem syaraf, ginjal, otak, jantung, paru-paru, hingga sistem kekebalan tubuh. Ketika tumpukan melanin yang dibendung oleh merkuri sudah tidak terbendung lagi, maka selayaknya tanggul, tumpukan tersebut bisa jebol, yang mengakibatkan kulit dipenuhi flek-flek hitam yang telah menumpuk. Hal inilah yang kelak akan menyebabkan kanker kulit.

Anak kecil pun dapat terpapar zat kimia berbahaya ini, apabila dia bersentuhan dengan sang ibu yang menggunakan krim racikan mengandung merkuri. Terbayang ngerinya kan, saat kita sedang memakai krim tersebut, kemudian anak memegang wajah kita dan memasukkan tangannya ke mulutnya?

Demikian sekilas info mengenai bahaya merkuri, besok saya infokan lagi bahan yang lainnya ya?

Oh ya, sekilas iklan, kalau mau wajah bersih, cerah, dan sehat, bisa dong kepoin sabun perawatan wajahku, NuAmoorea. 100% alami bahannya, terbuat dari endapan lumpur pegunungan Austria, dan stemcell apel Swiss. Dijamin aman karena tanpa bahan kimiawi berbahaya. Ingin tahu lebih lanjut? Bisa WA ke 085230271220.

Sumber: www.alodokter.com dan referensi pribadi
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6 

Rabu, 05 September 2018

CINTA MILIK DIAN


“Aku sudah capek, Dian. Ini sudah kesekian kalinya kamu menolak untuk menemaniku pergi ke acara kantorku karena kamu selalu sibuk mengurus anak-anak panti. Bulan lalu kamu tidak mau ikut karena sebagian besar dari mereka sakit. Sekarang kamu tidak mau ikut lagi karena ada yang sakit lagi. Sebenarnya kamu itu mencintaiku atau tidak?”
“Kenapa kamu masih bertanya, Mas? Bukankah sudah kukatakan berulang kali kalau aku sangat mencintaimu?”
“Tapi tidak sebesar cintamu kepada anak-anak panti itu, ya kan?”
“Aku selalu menjadi urutan ke sekian di hatimu. Bagimu hanya anak-anak itu yang menjadi prioritas. Aku bukan siapa-siapa. Terserah kamulah, aku capek.” Hendra pergi meninggalkan Dian dengan penuh amarah. Dian hanya terdiam, memandangi punggung Hendra sambil menyeka air matanya.

-------

“Aku masih memberimu kesempatan, Dian,” ujar Hendra pada suatu sore.
“Kalau kau memang benar-benar mencintaiku, tinggalkan mereka!”

“Tolong mengertilah, Mas. Mengurus mereka adalah sumber kebahagiaan dalam hidupku. Bersama dengan mereka, aku merasa punya arti lebih. Aku berjanji akan lebih banyak meluangkan waktu untukmu, tapi tolong jangan suruh aku meninggalkan anak-anak panti. Mereka membutuhkan aku, Mas, dan aku membutuhkan mereka, sama seperti aku juga membutuhkanmu di sisiku.”

Please Dian, apakah tidak ada pengurus panti yang lain? Kenapa harus kamu yang paling repot? Waktumu tidak akan pernah cukup untuk mengurus mereka, dan waktumu tidak akan pernah bersisa untukku.”

Hendra menyambung pembicaraannya,”Aku sudah membeli tiket ke Jakarta untuk kita berdua. Kau akan kukenalkan dengan keluarga besarku, kemudian kita akan membicarakan tentang rencana pernikahan. Setelah menikah, kita akan tinggal di Jakarta bersama dengan kedua orangtuaku.”

“Ingat, kereta berangkat dua hari lagi, pukul 12.45. Maaf aku tidak bisa menjemputmu, aku tunggu kamu di stasiun, jangan sampai terlambat.”

-----

Dua hari kemudian.....

“Anak-anak, sekarang sudah hampir jam 12.00, sudah masuk waktu Duhur, yuk kita salat berjamaah. Selesai salat, kita mengaji bersama ya?” Dian menggiring anak-anak menuju musala yang terletak di depan panti.

Usai salat, Dian mengaji bersama anak-anak. Butiran airmata jatuh membasahi mukenanya. Hatinya pasrah kepada Allah. Dian telah memilih untuk memberikan cinta sejatinya kepada anak-anak di panti asuhan ini, sementara di kejauhan suara kereta api menuju Jakarta terdengar sayup-sayup di telinganya.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6  


Selasa, 04 September 2018

AL-MANSHUR BIN ABI AMIR AL-HAJIB, PEMIMPIN ISLAM YANG JUJUR


Al-Manshur bin Abi Amir Al-Hajib, seorang penguasa di kota Andalusia, Spanyol, dikenal sebagai seorang khalifah yang jujur dan adil. Alkisah sang khalifah memiliki rencana untuk membangun sebuah jembatan yang menghubungkan dua kota. Proyek ini diperkirakan akan menelan biaya yang sangat besar, akan tetapi khalifah melihat manfaat yang akan didapat. Transportasi lebih lancar, kegiatan perdagangan akan meningkat kuantitasnya, sehingga hal ini dapat berdampak positif bagi peningkatan perekonomian rakyatnya.

Demi terealisasinya pembangunan jembatan tersebut, sang khalifah mengutus orang untuk menemui seorang lelaki tua yang memiliki sepetak tanah kecil yang letaknya persis akan digunakan sebagai pondasi jembatan. Oleh sang khalifah, tanah dari lelaki tua tersebut akan ditebus dengan uang sebesar 100 dinar.

Maka berangkatlah orang suruhan sang khalifah ke rumah lelaki tua tersebut. Setelah berbincang dan mengutarakan maksud kedatangannya, sang lelaki tua setuju untuk menjual tanahnya tersebut. Dia rela menjualnya dengan harga 5 dinar, karena dianggapnya tanahnya akan banyak berguna bagi kemajuan kotanya. Orang suruhan sang khalifah kemudian membelinya dengan harga 10 dinar. Sang lelaki tua sangat gembira, karena dengan uang sebesar itu selain dia dapat membeli tanah lagi, dia juga masih dapat menabung.

Orang suruhan sang khalifah pulang kembali ke istana. Hatinya sangat senang karena dia berhasil membeli tanah dengan harga yang lebih murah daripada yang akan diberikan oleh sang khalifah. Dia berandai-andai, pasti sang khalifah akan memuji-muji dirinya sebagai orang yang pandai karena berhasil menghemat pengeluaran.

Tapi apa yang terjadi setibanya dia di istana? Setelah menceritakan keberhasilannya, sang khalifah bukannya senang, malah sangat gusar. Sang khalifah menyuruhnya untuk membawa si lelaki tua ke istana. Tak berapa lama kemudian muncullah sang lelaki tua. Khalifah berkata kepadanya bahwa tanah yang telah dibeli darinya akan digunakan untuk membangun pondasi jembatan, jembatan itu kelak akan sangat berguna demi kepentingan rakyat kota Andalusia. “Aku sudah menetapkan harga 100 dinar untuk membeli tanahmu. Maka terimalah uang sisa pembayaran yang sudah menjadi hakmu ini.” Lelaki tua itu sangat kaget dan bersyukur atas keputusan sang khalifah, beliau sangat peduli dengan haknya sebagai rakyat, dan memegang teguh apa yang sudah diucapkannya.  

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6