Sabtu, 22 September 2018

MAKNA SURAT AT-TAGHOBUN AYAT 14-15



يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ. .
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (14). 
.عَظِيمٌ أَجْرٌ عِندَهُ لَّهُ وَافِتْنَةٌ وَأَوْلَادُكُمْ أَمْوَالُكُمْ إِنَّمَا
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar (15).

Apakah kandungan dari ayat ini? 
Surat At-Taghobun termasuk dalam surat Makkiyah karena semuanya turun di kota Mekkah. Hanya kedua ayat itu saja yang diturunkan Allah SWT  di kota Madinah disebabkan karena ada seorang laki-laki yang bernama Auf bin Malik Al-Asyja`i datang mengadu kepada Rasulullah SAW tentang perilaku anak dan istrinya yang selalu menghalanginya bila akan berjihad di jalan Allah SWT. Auf bin Malik Al-Asyja`i mempunyai banyak anak dan istri. Bila dia akan berangkat jihad, mereka selalu menangis dan menggandolinya seraya berkata,”Kepada siapakah kami ditinggalkan?” Maka oleh Allah SWT, diturunkanlah ayat ini untuk menjadi pembelajaran bagi umat Islam. 
Seorang ahli agama bernama Al-Qadhi Abu Bakar ibn al-Arabi berkata bahwa ayat ini menerangkan tentang kemungkinan adanya musuh di dalam anggota keluarga atau dari pihak istri sendiri. Musuh yang dimaksud bukanlah  musuh seperti biasanya, tetapi musuh dalam selimut, yang akibat dari perbuatannya  bisa membuat seseorang melemah hatinya dan hilang semangatnya, dan akhirnya surut dari perjuangannya di jalan Allah, bahkan bisa menghilangkan sifat ketaatannya kepada Allah SWT. Maka dari itu berhati-hatilah karena tidak ada musuh yang lebih berbahaya dari pada musuh yang mampu memutuskan ketaatan antara seorang makhluk dengan Allah SWT. 
Bahkan Nabi Isa as pernah bersabda, ”Orang yang dikuasai oleh istri, anak dan hartanya, sesungguhnya sudah menjadi budak keduniaan”. Maka ayat ini memperingatkan umat Islam untuk tidak berlebihan dalam mencintai keduniawian, karena sesungguhnya mereka itu tidak kekal abadi.

#Komunitasonedayonepost
#ODOP_6



Tidak ada komentar:

Posting Komentar