Hai, banyak yang mupeng kalau lihat wajah teman yang puutiiihhh. Pasti langsung interogasi, kamu pake krim apa? Sudah berapa lama pake krimnya?
Kalau mau pakai krim, hati-hati ya Bund. Cek benar-benar apakah krim itu mengandung bahan berbahaya atau tidak. Berikut saya berikan ciri-ciri krim yang mengandung bahan kimia berbahaya, monggo dibandingkan dengan krim masing-masing yaa?
1. Berwarna Mengkilap.
Krim pemutih wajah yang mengandung merkuri/hidrokuinon biasanya berwarna yang mencolok seperti pink, kuning atau putih yang mengkilat seperti mutiara. Hal ini karena krim pemutih tersebut mengandung pewarna tekstil.
2. Terasa Lengket
Krim pemutih wajah yang mengandung merkuri biasanya akan terasa lengket jika digunakan. Jika didiamkan maka akan tampak minyak yang terpisah dengan unsur padat lainnya. Ini dikarenakan merkuri bersifat homogen atau tidak dapat menyatu dengan unsur lainnya.
3. Berbau Menyengat
Kosmetik yang mengandung merkuri biasanya berbau menyengat atau berbau logam. Untuk menyamarkan bau logam ini, produsen menambahkan parfum yang berbau tajam.
4. Kulit Memerah dan Mengalami Iritasi.
Reaksi pertama pemakai krim yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, adalah kulit terasa perih, gatal, panas atau memerah. Penjual akan mengatakan itu adalah tanda bahwa krim tersebut bekerja memutihkan kulit dari dalam dan penggunaan harus diteruskan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, dan kita pun percaya.
Kenyataan yang terjadi adalah itu merupakan penolakan yang dilakukan kulit sebagai pertahanan atas masuknya bahan berbahaya.
Sejatinya kulit memiliki perlindungan tersendiri sehingga tidak akan memerah jika terkena sinar matahari. Tetapi apabila wajah menjadi sensitif dan iritasi bila terkena sinar matahari maka perlu diwaspadai adanya kemungkinan lapisan kulit anda telah menipis dan rusak akibat kandungan zat berbahaya pada krim.
5. Kulit Putih dalam Waktu Singkat.
Hentikan pemakaian jika hanya dalam beberapa hari pemakaian, kulit wajah langsung putih mulus. Itu adalah efek dari merkuri dan hidrokuinon yang terkandung dalam krim pemutih wajah. Cara kerja hidrokuinon dan merkuri adalah mematikan sel pembentuk pigmen sehingga wajah menjadi putih dalam waktu singkat.
6. Membuat Ketergantungan
Jika pemakaian dihentikan kemudian timbul masalah seperti jerawat, bintik-bintik hitam atau kulit menggelap, maka itu berarti krim mengandung bahan berbahaya.
7. Pori-pori Tampak Mengecil dan Halus
Hal ini disebabkan karena lapisan terluar kulit wajah kita telah terkikis oleh merkuri sehingga sepintas trelihat pori-pori mengecil dan halus. Untuk mengujinya, cobalah berdiri di bawah sinar matahari. Kulit akan terasa terbakar, gatal dan kemerahan. Ini berarti kulit sudah tidak mendapat perlindungan dari melanin yang berfungsi menjaga dari sinar radiasi matahari.
8. Kerusakan Kulit
Pengguna krim berbahaya tidak pernah merasakan timbulnya jerawat. Wajah anda akan sangat mulus, kinclong dan bersih. Eitss... Jangan senang dulu!
Hal ini diakibatkan lapisan kulit epidermis telah rusak, sehingga tidak mengandung melanin dan protein yang melindungi kulit dari paparan radiasi matahari.
Timbulnya jerawat itu sebenarnya baik lo, dia berfungsi sebagai indikator tingkat kandungan protein di dalam kulit. Jerawat juga mengontrol tingkat kerajinan kita dalam membersihkan wajah. Pada kulit yang sudah tercemar merkuri, hal ini tidak terjadi lagi, karena struktur protein kulit telah menjadi rusak.
Bila kulit telah tercemar merkuri dan hidrokuinon, maka saat pemakaian dihentikan akan timbul jerawat kecil-kecil disertai rasa gatal. Bintik-bintik hitam akan muncul di bawah kulit sebagian ataupun merata di wajah. Warna putih pada kulit wajah lama-kelamaan akan berubah menjadi abu-abu lalu selanjutnya kehitaman.
Efek lanjutannya dapat menyebabkan kanker kulit, kerusakan jaringan tubuh dan menyebabkan kematian. Pada janin akan menghambat pertumbuhan, menyebabkan cacat dan kematian. Oleh karena itulah dokter selalu melarang penggunaan krim wajah pada wanita hamil.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar