Selasa, 04 September 2018

AL-MANSHUR BIN ABI AMIR AL-HAJIB, PEMIMPIN ISLAM YANG JUJUR


Al-Manshur bin Abi Amir Al-Hajib, seorang penguasa di kota Andalusia, Spanyol, dikenal sebagai seorang khalifah yang jujur dan adil. Alkisah sang khalifah memiliki rencana untuk membangun sebuah jembatan yang menghubungkan dua kota. Proyek ini diperkirakan akan menelan biaya yang sangat besar, akan tetapi khalifah melihat manfaat yang akan didapat. Transportasi lebih lancar, kegiatan perdagangan akan meningkat kuantitasnya, sehingga hal ini dapat berdampak positif bagi peningkatan perekonomian rakyatnya.

Demi terealisasinya pembangunan jembatan tersebut, sang khalifah mengutus orang untuk menemui seorang lelaki tua yang memiliki sepetak tanah kecil yang letaknya persis akan digunakan sebagai pondasi jembatan. Oleh sang khalifah, tanah dari lelaki tua tersebut akan ditebus dengan uang sebesar 100 dinar.

Maka berangkatlah orang suruhan sang khalifah ke rumah lelaki tua tersebut. Setelah berbincang dan mengutarakan maksud kedatangannya, sang lelaki tua setuju untuk menjual tanahnya tersebut. Dia rela menjualnya dengan harga 5 dinar, karena dianggapnya tanahnya akan banyak berguna bagi kemajuan kotanya. Orang suruhan sang khalifah kemudian membelinya dengan harga 10 dinar. Sang lelaki tua sangat gembira, karena dengan uang sebesar itu selain dia dapat membeli tanah lagi, dia juga masih dapat menabung.

Orang suruhan sang khalifah pulang kembali ke istana. Hatinya sangat senang karena dia berhasil membeli tanah dengan harga yang lebih murah daripada yang akan diberikan oleh sang khalifah. Dia berandai-andai, pasti sang khalifah akan memuji-muji dirinya sebagai orang yang pandai karena berhasil menghemat pengeluaran.

Tapi apa yang terjadi setibanya dia di istana? Setelah menceritakan keberhasilannya, sang khalifah bukannya senang, malah sangat gusar. Sang khalifah menyuruhnya untuk membawa si lelaki tua ke istana. Tak berapa lama kemudian muncullah sang lelaki tua. Khalifah berkata kepadanya bahwa tanah yang telah dibeli darinya akan digunakan untuk membangun pondasi jembatan, jembatan itu kelak akan sangat berguna demi kepentingan rakyat kota Andalusia. “Aku sudah menetapkan harga 100 dinar untuk membeli tanahmu. Maka terimalah uang sisa pembayaran yang sudah menjadi hakmu ini.” Lelaki tua itu sangat kaget dan bersyukur atas keputusan sang khalifah, beliau sangat peduli dengan haknya sebagai rakyat, dan memegang teguh apa yang sudah diucapkannya.  

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
  

2 komentar:

  1. Kontras sekali jika dibandingin dengan kondisi birokrasi jaman sekarang ya, masih untung si utusan lapor, kalau jaman sekarang mah lapornya tetep 100 dinar sisanya di simpan sendiri. Khalifah pum juga bersikap adil dan tegas.... Syukran katsir sudah membagi kisah berharga.

    BalasHapus
  2. Andai pemimpin negeri kita seperti itu yaaa...
    Salam kenal mba,..😊😊

    BalasHapus