Sabtu, 08 September 2018

RAHASIA SI ADIK


“Adeeekk.... Kamu bawa apa itu?”
“Apa sih, Kak?”
“Itu, yang kamu pegang kan gelas bekas air mineral. Apa itu di dalamnya?” Sinta berteriak curiga melihat adiknya pulang membawa gelas bekas air mineral yang mulutnya ditutupi amplop bekas.
“Rahasia!” Adiknya, Rico, menjawab sambil berlari. Sinta masih curiga, adik kecilnya yang jahil ini biasanya selalu bawa yang aneh-aneh setiap habis bermain. Kalau jawabannya pendek-pendek begitu, yakinlah pasti ada yang disembunyikan olehnya.
“Ah, biarin aja. Paling nanti dia dimarahin mama kalau bikin rusuh.” Sinta kembali menatap layar gawainya. Tak lama dia sudah lupa, asyik chatting dengan teman-temannya di dunia maya.
---------
“Sintaa, ayo siap-siap. Kita mau ke rumahnya Bude Iwan. Budemu hari ini terima lamaran.”
Sinta boleh gak ikut, Ma? Sinta capek, mau tidur aja.”
“Yakin? Kamu berani sendirian di rumah? Mama, Papa, sama Rico pulangnya malam banget lo!”
“Yakin, Sinta berani kok. Nanti nyetel televisi yang keras biar gak kesepian.”
Akhirnya orangtua dan adik Sinta pun berangkat. Sinta pindah ke kamarnya dan meneruskan obrolannya dengan teman-temannya hingga akhirnya tertidur.
-----
Menjelang maghrib, Sinta terbangun. Rumah mulai gelap. Setelah mandi, ia menyalakan lampu rumahnya. Sepi juga ya? Sinta berjalan menuju dapur, berniat menggoreng telur untuk makan malam. Saat melewati kamar Rico yang gelap, dia mendengar suara-suara aneh dari dalamnya. “Kresek, kresek, kresek...” Suara apa itu? Seperti bunyi kertas yang diremas. Sinta tidak berani masuk, dia langsung ke dapur, masak telur, dan makan di depan televisi.
Sudah pukul delapan malam. Sinta semakin tidak nyaman. Televisi dan gawai tidak lagi menarik perhatiannya. Tiba-tiba matanya tertuju ke kamar Rico, dia kembali teringat bunyi-bunyi aneh yang muncul dari sana. Pelan-pelan Sinta berjalan menuju kamar adiknya. ”Kresek....kresek...kresek...” Suara itu semakin lama semakin keras, iramanya cepat, seakan ada banyak tangan yang sedang meremas kertas. Sinta mulai menangis. Bagaimana kalau ada pencuri? Iya kalau pencuri, kalau setan?
Akhirnya Sinta memberanikan diri masuk ke kamar adiknya. Dia sudah membekali dirinya dengan sapu, seandainya ada orang di dalam kamar, dia akan memukulinya dengan sapu itu dan berteriak keras-keras. Sambil menutup mata, dia menyalakan lampu yang terletak di dinding dekat pintu kamar. Setelah lampu menyala, perlahan-lahan dia membuka matanya. Pemandangan yang dia lihat kemudian, sontak membuatnya merinding karena jijik dan geli. Di atas meja belajar, di dalam gelas bekas air mineral, puluhan ulat hijau sedang berjuang keluar dengan cara menggigit dan memakan amplop bekas yang digunakan sebagai tutupnya. Suaranya sangat keras, seperti kertas diremas.

#TantanganODOP1
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar