“Adeeekk....
Kamu bawa apa itu?”
“Apa
sih, Kak?”
“Itu,
yang kamu pegang kan gelas bekas air mineral. Apa itu di dalamnya?” Sinta berteriak
curiga melihat adiknya pulang membawa gelas bekas air mineral yang mulutnya
ditutupi amplop bekas.
“Rahasia!” Adiknya, Rico, menjawab sambil berlari. Sinta masih curiga, adik
kecilnya yang jahil ini biasanya selalu bawa yang aneh-aneh setiap habis
bermain. Kalau jawabannya pendek-pendek begitu, yakinlah pasti ada yang
disembunyikan olehnya.
“Ah,
biarin aja. Paling nanti dia dimarahin mama kalau bikin rusuh.” Sinta kembali menatap
layar gawainya. Tak lama dia sudah lupa, asyik chatting dengan teman-temannya di dunia maya.
---------
“Sintaa,
ayo siap-siap. Kita mau ke rumahnya Bude Iwan. Budemu hari ini terima lamaran.”
Sinta
boleh gak ikut, Ma? Sinta capek, mau tidur aja.”
“Yakin?
Kamu berani sendirian di rumah? Mama, Papa, sama Rico pulangnya malam banget
lo!”
“Yakin,
Sinta berani kok. Nanti nyetel televisi yang keras biar gak kesepian.”
Akhirnya
orangtua dan adik Sinta pun berangkat. Sinta pindah ke kamarnya dan meneruskan
obrolannya dengan teman-temannya hingga akhirnya tertidur.
-----
Menjelang
maghrib, Sinta terbangun. Rumah mulai gelap. Setelah mandi, ia menyalakan lampu
rumahnya. Sepi juga ya? Sinta berjalan
menuju dapur, berniat menggoreng telur untuk makan malam. Saat melewati kamar
Rico yang gelap, dia mendengar suara-suara aneh dari dalamnya. “Kresek, kresek,
kresek...” Suara apa itu? Seperti bunyi
kertas yang diremas. Sinta tidak berani masuk, dia langsung ke dapur, masak
telur, dan makan di depan televisi.
Sudah
pukul delapan malam. Sinta semakin tidak nyaman. Televisi dan gawai tidak lagi
menarik perhatiannya. Tiba-tiba matanya tertuju ke kamar Rico, dia kembali
teringat bunyi-bunyi aneh yang muncul dari sana. Pelan-pelan Sinta berjalan
menuju kamar adiknya. ”Kresek....kresek...kresek...” Suara itu semakin lama
semakin keras, iramanya cepat, seakan ada banyak tangan yang sedang meremas
kertas. Sinta mulai menangis. Bagaimana
kalau ada pencuri? Iya kalau pencuri, kalau setan?
Akhirnya
Sinta memberanikan diri masuk ke kamar adiknya. Dia sudah membekali dirinya
dengan sapu, seandainya ada orang di dalam kamar, dia akan memukulinya dengan
sapu itu dan berteriak keras-keras. Sambil menutup mata, dia menyalakan lampu
yang terletak di dinding dekat pintu kamar. Setelah lampu menyala,
perlahan-lahan dia membuka matanya. Pemandangan yang dia lihat kemudian, sontak
membuatnya merinding karena jijik dan geli. Di atas meja belajar, di dalam
gelas bekas air mineral, puluhan ulat hijau sedang berjuang keluar dengan cara menggigit
dan memakan amplop bekas yang digunakan sebagai tutupnya. Suaranya sangat
keras, seperti kertas diremas.
#TantanganODOP1
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar