"Kak, pensil-pensilmu sudah kamu raut semua?"
"Sudah semuanya, Ma. Aku raut kemarin waktu di sekolah. Soalnya kemarin kan ulangan, jadi semua pensil harus dilancipin biar waktunya gak habis buat meraut pensil pas ngerjain ulangan."
Kotak pensil kakak kemudian aku buka. Biasalah ibu-ibu, gak percaya sama omongannya anak. Jadi ngecek ulang nih. Tampak sederet pensil beraneka ukuran berjejer rapi di situ. Semua pensil yang berukuran pendek sudah diraut, tetapi ada satu pensil berukuran panjang yang masih tumpul.
"Kak, ini kok banyak sekali pensil pendek. Pensil yang pendek ini dibuang aja lah. Jangan masih dipakai terus. Memangnya enak menulis pakai pensil pendek? Kamu gak dimarahin bu gurukah kalau pakai pensil pendek begini? Lha ini juga ada pensil yang panjang. Katanya semua pensil sudah diraut, kok yang ini masih tumpul?"
"Pensil yang pendek jangan dibuang, Ma, masih bisa dipakai kok. Sama Bu Guru juga gak pernah dimarahi pakai pensil pendek gitu. Kalau pensil yang panjang itu, he he aku lupa ngerautnya. Kemarin kan pensil itu dipinjam temanku soalnya pensilnya hilang. Jadi belum diraut."
"Lah gimana sih? Kamu pakai pensil yang pendek, temanmu kamu kasih pinjam pensil yang panjang? Terbalik lah, Kak! Mestinya kamu pakai pensil yang panjang, temanmu kamu kasih pinjam yang ini saja," kataku sambil menunjukkan pensil yang pendek ke arahnya.
"Loh, Mama ini gimana toh? Kan mama sering bilang ke aku, kalau kasih sesuatu ke orang lain itu, kita harus kasihkan yang paling bagus. Kemarin kan aku kasih pinjam pensil yang bagus ke temanku, kok sekarang mama ngomel?"
Astaghfirullah... Rasanya kayak ditampar pakai sandal... Malu rasanya, saya sibuk memikirkan kepentingan anak sendiri tanpa mau berbagi, lupa dengan wejangan yang saya sampaikan sendiri. Sampai akhirnya sang anak protes...
Maafkan simbokmu ini ya, Nduk. Simbok khilaf. Lain kali kalau mbokmu ini mendadak pikun, lupa dengan wejangannya sendiri, teguren yoo... Biar Simbok gak kebablasan terus.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Saya juga pernah ngalamin hal sama mba. Bukan pensil sih tapi bekal sekolah. Jadi malu sama kakak..
BalasHapusJadi malu sama anak hehehe
HapusBagus ceritanya
BalasHapusTerima kasih. ..pengalaman pribadi
HapusAku pernah gitu mbak. Baca cerita mbak jadi ingat.
BalasHapusJadi malu sendiri kalo keinget ya mbak hahaha
HapusAnak cerdas memang begitu 😍
BalasHapusAamiinn. . Semoga cerdas dan solehah
HapusKerennn kakk
BalasHapusTerima kasih 😊😊😊
HapusAstagfirullah...tidak disadari ya mbak memang terkadang ucapan kita suka berbalik ke diri sendiri
BalasHapusHu um.. Jadi malu sendiri sama anak
Hapus