Melahirkan tiga anak, pasti memiliki pengalaman yang berbeda. Perasaan yang sama adalah rasa bahagia yang tak terkirakan ketika dokter memberitahu bahwa aku hamil, dan lebih bahagia lagi saat dia lahir dan diletakkan di atas tubuhku.
Saat semua anggota keluarga mengetahui kehamilanku, maka jadilah aku wanita paling eksklusif sedunia. Wanita paling dilindungi dan disayangi keluarga. Tidak boleh bekerja berat, banyak istirahat, makan makanan bergizi, jangan sampai bersedih... Selalu itu pesan mertuaku, orangtuaku, ipar-iparku kepada suamiku. Bahkan akupun mendapat perlakuan yang istimewa dari orang-orang yang tidak aku kenal. Kalau antri di toilet, para ibu selalu mendahulukanku karena mereka paham bahwa orang hamil sulit untuk menahan rasa ingin buang air kecil. Antri di kasir atau ATM pun aku sering didahulukan. Tidak ada pria perokok yang berani merokok di dekatku.
Alhamdulillah tiga kali kehamilan kulalui dengan mudah. Tidak susah makan, tidak mengalami morning sickness. Hanya kaki saja yang semakin bengkak dan kesulitan tidur seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.
Menjelang melahirkan, hati semakin berdebar-debar. Membayangkan seperti apa rasa sakitnya? Seperti apa wajah anakku? Apakah hidungnya mancung seperti bapaknya, atau pesek seperti ibunya? Pasti rambutnya keriting, karena suami dan aku sama-sama keritingnya 😉😉.
Ketika waktu melahirkan tiba, mulailah perjuangan yang sesungguhnya. Rasa sakitnya melebihi semua rasa sakit yang pernah aku bayangkan. Berjam-jam kontraksi, kaki yang mendadak kram, dan diselingi sulit bernafas padahal aku tidak menderita sakit asma. Perasaan takut mati pun terselip di hati, terutama saat melahirkan anak ke tiga, karena pada saat itu usiaku sudah hampir kepala empat. Hampir menyerah rasanya apabila tidak ada dukungan yang kuat dari dokter, bidan, dan para perawat.
Namun semua rasa sakit itu langsung sirna begitu mendengar tangis bayiku. Saat dia diletakkan di atas tubuhku untuk proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD), aku langsung lupa akan beratnya masa-masa mengandung dan melahirkannya. Yang ada hanya rasa bahagia yang tak terkira dan syukur kepada Allah SWT yang tak terhingga karena anakku telah lahir di dunia dengan selamat dan tak kurang sesuatu apa pun.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Selam kenal kak ^^
BalasHapusYa Allah aku terharu bacanya, betapa besarnya perjuangan seorang ibu. :')
Semoga jannah untuk semua ibu ya mbak
BalasHapus