Minggu, 30 September 2018

MAKANAN KENANGAN

Hai Teman, apakah kamu mempunyai makanan kenangan di masa lampau? Makanan yang kalau kita makan pada saat sekarang, maka akan teringatlah segala kejadian yang pernah kita alami. Apakah itu peristiwa yang menyenangkan, maupun yang menyedihkan. 

Makanan kenangan adalah yang pada saat dimemakan akan dapat membuat kita tertawa karena ada peristiwa lucu di baliknya, menbuat tersenyum malu karena ada kisah romantis yang ikut terkenang. Ataupun membuat kita meneteskan air mata karena teringat peristiwa yang menyedihkan.

Kalau aku sendiri, ada satu jenis makanan yang selalu membawa kenangan untukku. WEDANG ANGSLE. Itulah makanan kenanganku, pertama kali mengenal makanan ini sewaktu masih duduk di bangku kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri di kota Jember. Wedangnya hangat, manis dan mengenyangkan, berkuah jahe yang diberi santan dan susu. Isiannya beraneka macam, ada ketan, kacang tanah, kacang hijau, mutiara, roti tawar, daging kelapa muda, kolang-kaling, dan emping mlinjo. Spesial karena banyak kenangan masa kuliah yang kulalui sambil menikmati makanan ini. 

Pertama kali merasakan nikmatnya jadi anak kos dan bebas nongkrong (baca: cangkrukan) dengan teman-teman sampai larut malam tanpa ditegur orangtua, ya sambil menyantap makanan ini. Habis ngamen dengan rekan-rekan band (gini-gini dulu bekas vokalis loh), pulangnya nongkrong dan menikmati wedang angsle. Perjuangan mengerjakan tugas kuliah hingga melekan menggarap skripsi di tempat rental komputer juga dilakukan sambil memakannya. 

Kakak kelas yang lagi pendekatan, jurusnya ngajak ngobrol sambil makan angsle. Ditembak dan nolak kakak kelas, ya pas lagi makan angsle. Curhat dengan teman, seringkali dilakukan di kamar kos sambil mewek dan makan angsle. 

Yang paling berkesan adalah ditembak dan jadian dengan sang lelaki idaman setelah kencan yang kesekian kali, saat makan angsle. Angsle yang rasanya sudah manis, jadi tambah manis setelah kami jadian. Ketika akhirnya kami menikah, apabila ada kesempatan keluar berdua saja, suami pasti mengajakku menikmati wedang ini, sambil bercerita dan mengenang masa lalu dan membahas mimpi-mimpi untuk masa depan. 

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6



Sabtu, 29 September 2018

REUNI

Aku sedang mengenakan sepatu ketika Rani datang menjemputku dengan taksi tepat jam setengah tujuh malam ini. Hari ini adalah acara reuni fakultas yang diadakan di salah satu hotel berbintang di kotaku.  Sudah limabelas tahun sejak lulus dari bangku kuliah, dan selama itu aku jarang berhubungan dengan bekas teman kuliahku. Aku sebenarnya malas hadir, tapi Rani memaksa karena dia sudah terlanjur datang jauh-jauh dari Medan hanya untuk menghadiri acara ini. Dia bahkan sudah membayar uang partisipasi atas namaku. Suamiku pun sudah mengijinkan, sehingga tidak ada alasan bagiku untuk menolak hadir di acara ini. 

Sepanjang perjalanan menuju tempat acara, Rani terus berkicau. Dia sangat bersemangat untuk menghadiri acara ini. "Eh, si Mita kayak apa ya sekarang? Apa masih cantik seperti dulu ya?"
"Eh, si Bagus nikah sama siapa ya? Aku dulu naksir berat lo sama dia. Nanti dia datang gak ya? Penampilannya gimana ya sekarang?"

Sedangkan aku hanya diam, tersenyum, sesekali menjawab "Entah", sambil merasakan perutku yang mulai merasa tidak nyaman karena sesungguhnya aku tidak memiliki keinginan sedikitpun untuk hadir di acara ini. 

Setibanya di tempat acara, aku langsung mengambil duduk di barisan paling belakang. Rina sudah terbang entah kemana. Tiba-tiba aku merasa  minder kalau harus bertemu dengan bekas teman-teman kuliah dulu. Mereka melangkah masuk dengan penuh percaya diri. Gerakan tubuh, gaya bicara, kalimat-kalimat yang terlontar dari mulut mereka menunjukkan kalau kesuksesan materi telah mereka capai setelah lima belas tahun meninggalkan bangku kuliah. 

Aku berusaha menghindar ketika ada teman yang mulai mengajakku berbicara banyak, terutama kalau mereka mulai menanyakan keluargaku. Apa yang bisa kubanggakan?  Aku hanya seorang ibu rumah tangga, suamiku seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil, anakku empat. Aku tinggal di rumah kontrakan kecil yang hanya berkamar dua, dan karenanya suami dan anak sulungku selalu tidur di ruang tamu, yang merangkap sebagai ruang keluarga, ruang belajar, dan ruang makan. 

Hidupku kelihatan payah bila dibandingkan dengan mereka semua. Aku tidak mengerti sama sekali apa yang mereka bicarakan. Akhirnya aku putuskan untuk pulang sebelum waktunya. Kutelepon Rina dan pamit pulang terlebih dahulu dengan alasan perutku sakit.

Sesampainya di rumah, aku lihat suamiku sudah duduk di sofa sambil menikmati semangkuk mie instant. Terkejut dia melihatku muncul, padahal baru satu jam yang lalu aku pergi. Dengan alasan kepala pusing, aku langsung masuk kamar. Suamiku kemudian menyusul. "Kenapa? Mukamu kok muram begitu?" Aku tidak menjawab. Hatiku mendadak jengkel melihat dia. Mengapa dia tidak bisa memberikan harta yang lebih banyak untuk keluarganya? Seandainya kami orang kaya, aku tentu tidak akan merasa minder berkumpul dengan teman-temanku.

Tidak mendapat jawaban, suamiku akhirnya ke luar kamar. Aku kembali tiduran sambil menahan tangis akibat hatiku yang kecewa. Beberapa saat kemudian, suamiku datang. Kali ini dia masuk sambil membawa semangkuk mie instant rebus, uapnya masih mengepul. Aromanya menggelitik perutku yang memang belum sempat makan karena terburu-buru meninggalkan acara reunian tadi.

"Ini aku buatin mie rebus. Kamu pasti gak makan kan? Mienya aku masak sendiri, sesuai dengan kesukaanmu. Pakai sawi hijau, telur, dan irisan cabe rawit. Biar masakannya gak sehebat katering di acaramu tadi, tapi rasanya pasti lebih enak. Bikinnya pakai cinta lo..."

Hatiku langsung meleleh melihat senyum tulus di wajah suamiku. Sungguh sabar dirinya menghadapi isterinya yang sedang uring-uringan. Ya Allah, sungguh besar dosaku hari ini. Bisa-bisanya aku membandingkan suamiku dengan orang lain.  Kami tidak bergelimang harta, tapi kami kaya akan ilmu agama. Suamiku adalah imam yang sempurna untukku dan anak-anakku. Aku harusnya bersyukur, bukannya mencela. Maafkan aku ya, Pak? 

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#TANTANGANODOP3
#Fiksi


Jumat, 28 September 2018

Hamil dan Melahirkan



Melahirkan tiga anak, pasti memiliki pengalaman yang berbeda. Perasaan yang sama adalah rasa bahagia yang tak terkirakan ketika dokter memberitahu bahwa aku hamil, dan lebih bahagia lagi saat dia lahir dan  diletakkan di atas tubuhku. 

Saat semua anggota keluarga mengetahui kehamilanku, maka jadilah aku wanita paling eksklusif sedunia. Wanita paling dilindungi dan disayangi keluarga. Tidak boleh bekerja berat, banyak istirahat, makan makanan bergizi, jangan sampai bersedih... Selalu itu pesan mertuaku, orangtuaku, ipar-iparku kepada suamiku. Bahkan akupun mendapat perlakuan yang istimewa dari orang-orang yang tidak aku kenal. Kalau antri di toilet, para ibu selalu mendahulukanku karena mereka paham bahwa orang hamil sulit untuk menahan rasa ingin buang air kecil. Antri di kasir atau ATM pun aku sering didahulukan. Tidak ada pria perokok yang berani merokok di dekatku. 

Alhamdulillah tiga kali kehamilan kulalui dengan mudah. Tidak susah makan, tidak mengalami morning sickness. Hanya kaki saja yang semakin bengkak dan kesulitan tidur seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. 

Menjelang melahirkan, hati semakin berdebar-debar. Membayangkan seperti apa rasa sakitnya? Seperti apa wajah anakku? Apakah hidungnya mancung seperti bapaknya, atau pesek seperti ibunya? Pasti rambutnya keriting, karena suami dan aku sama-sama keritingnya 😉😉.

Ketika waktu melahirkan tiba, mulailah perjuangan yang sesungguhnya. Rasa sakitnya melebihi semua rasa sakit yang pernah aku bayangkan. Berjam-jam kontraksi, kaki yang mendadak kram, dan diselingi sulit bernafas padahal aku tidak menderita sakit asma. Perasaan takut mati pun terselip di hati, terutama saat melahirkan anak ke tiga, karena pada saat itu usiaku sudah hampir kepala empat. Hampir menyerah rasanya apabila tidak ada  dukungan yang kuat dari  dokter, bidan, dan para perawat. 

Namun semua rasa sakit itu langsung sirna begitu mendengar tangis bayiku. Saat dia diletakkan di atas tubuhku untuk proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD), aku langsung lupa akan beratnya masa-masa mengandung dan melahirkannya. Yang ada hanya rasa bahagia yang tak terkira dan syukur kepada Allah SWT yang tak terhingga karena anakku telah lahir di dunia dengan selamat dan tak kurang sesuatu apa pun. 

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

PANTUN PERSAHABATAN

Naik sampan ke tengah sungai
Berhentinya di tepi jembatan
Siapakah engkau nyonya aduhai
Sudikah kiranya kita berteman

Beriringan semut berjalan
Membawa gula dari dalam nampan
Junjung tinggi kejujuran
Agar tak pupus persahabatan

Burung bernyanyi di atas batu
Batunya pecah burungnya pergi
Mari kawan kita bersatu
Menjalin persahabatan yang abadi

Daun kering bunga kamboja
Ditimbun ibu dijadikan kompos
Perkenalkan nama saya Kartika
Personel kece One Day One Post

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Rabu, 26 September 2018

Berbagi

Cerita tadi pagi...

"Kak, pensil-pensilmu sudah kamu raut semua?"
"Sudah semuanya, Ma. Aku raut kemarin waktu di sekolah. Soalnya kemarin kan ulangan, jadi semua pensil harus dilancipin biar waktunya gak habis buat meraut pensil pas ngerjain ulangan."

Kotak pensil kakak kemudian aku buka. Biasalah ibu-ibu, gak percaya sama omongannya anak. Jadi ngecek ulang nih. Tampak sederet pensil beraneka ukuran berjejer rapi di situ. Semua pensil yang berukuran pendek sudah diraut, tetapi ada satu pensil berukuran panjang yang masih tumpul.

"Kak, ini kok banyak sekali pensil pendek. Pensil yang pendek ini dibuang aja lah. Jangan masih dipakai terus. Memangnya enak menulis pakai pensil pendek? Kamu gak dimarahin bu gurukah kalau pakai pensil pendek begini? Lha ini juga ada pensil yang panjang. Katanya semua pensil sudah diraut, kok yang ini masih tumpul?"

"Pensil yang pendek jangan dibuang, Ma, masih bisa dipakai kok. Sama Bu Guru juga gak pernah dimarahi pakai pensil pendek gitu. Kalau pensil yang panjang itu, he he aku lupa ngerautnya. Kemarin kan pensil itu dipinjam temanku soalnya pensilnya hilang. Jadi belum diraut."

"Lah gimana sih? Kamu pakai pensil yang pendek, temanmu kamu kasih pinjam pensil yang panjang? Terbalik lah, Kak! Mestinya kamu pakai pensil yang panjang, temanmu kamu kasih pinjam yang ini saja," kataku sambil menunjukkan pensil yang pendek ke arahnya.

"Loh, Mama ini gimana toh? Kan mama sering bilang ke aku, kalau kasih sesuatu ke orang lain itu, kita harus kasihkan yang paling bagus. Kemarin kan aku kasih pinjam pensil yang bagus ke temanku, kok sekarang mama ngomel?"

Astaghfirullah...  Rasanya kayak ditampar pakai sandal... Malu rasanya, saya sibuk memikirkan kepentingan anak sendiri tanpa mau berbagi, lupa dengan wejangan yang saya sampaikan sendiri. Sampai akhirnya sang anak protes...
Maafkan simbokmu ini ya, Nduk. Simbok khilaf. Lain kali kalau mbokmu ini mendadak pikun, lupa dengan wejangannya sendiri, teguren yoo...  Biar Simbok gak kebablasan terus.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Selasa, 25 September 2018

Merayu Kastamer

Malam ini diajak pak bojo (👨) ke toko listrik untuk beli kabel olor (baca: roll cable). Muter-muter pasar, ketemu Toko A (👦)
👨: "Mas, ada kabel olor?
👦:"Ada (sambil mengeluarkan barang yang kami maksud dari dalam etalase). Harganya 50 ribu."
👨:"Ada yang kabelnya lebih tebal dari ini gak?"
👦:"Ada, mahal tapi." (sambil mengeluarkan barang lainnya)
👨:"Wuik, gedene wadahe, Mas. Sing kabele tebel ngene tapi cilik wadahe ono opo ora?"
👦:"Gak ono, Mas." (langsung bergegas pergi menghampiri kastamer lainnya) 

Kami pun akhirnya pergi, tidak jadi beli di toko A. Kami pindah ke toko B (👴)
👨: "Ko, ada kabel olor?
👴:"Ada (barang yang sama dengan Toko A). Harganya 50 ribu."
👨:"Ada yang kabelnya lebih tebal dari ini gak?"
👴:"Gak ada, soalnya mahal, harganya di atas seratus. Gak laku." (Buset, ketus amat ni orang!)
👨:"Ya udah, Ko. Makasih!"
👴:Gak pake ngomong, langsung masuk ke dalam. 
Hmmm... Ora maneh-maneh marani tokone wong iki (terjemahan: Gak bakal datang lagi ke tokonya orang ini) 

Keliling-keliling lagi.. Berhentilah kami di  toko C. 
👨: "Cik, ada kabel olor?"
👩:"Ada, Om. (barang yang sama dengan Toko A dan B). Harganya 55 ribu."
👨:"Ada yang kabelnya lebih tebal dari ini gak?"
👩:"Gak ada, Om. Tapi pake ini aja lo kuat, Om. Kabelnya ini tebelnya cukupan kok. Ini lo dipake anak saya buat ngecas hape, laptop.. Ini colokannya kabel olor dipasangi "T" sampe penuh. Ya hape, laptop, vcd,  kipas angin, emboh opo maneh. Kuat, Om. Harganya gak mahal, tapi merk ini terkenal, gak gampang rusak. Gak pernah ada yang komplain kok. Saya aja beli banyak, pake  buat rumah saya, rumahnya adik-adik saya... Semuanya gak ada masalah, Om."

Akhirnya kami pun beli di toko C. Padahal barangnya sama, dan harganya lebih mahal lo dari dua toko sebelumnya. 

Dapatkah kalian menangkap pelajaran dari kisah saya di atas? Sayapun mendapat pelajaran dari Toko A, B, dan C.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Senin, 24 September 2018

MOOD BOOSTERKU

Mak, pernah gak merasa, sungguh berat peran sebagai ibu rumah tangga? Bangun pagi sebelum ayam berkokok,  dan baru beranjak tidur setelah semua anggota keluarga terbuai mimpi. Apa saja sih kerjaan kita, Mak?  Mulai bangun pagi sudah heboh dengan aneka ria kegiatan rumah tangga. Belanja lauk-pauk, memasak, mencuci baju, mencuci piring, mengurus suami mulai dari dia bangun sampai berangkat kerja, sarapannya, baju kerjanya.. Ibu juga tidak lupa membantu menyiapkan segala keperluan sekolah anak seperti bekal makan dan minumnya. Apabila anak masih balita tentu harus memandikan dan menyuapinya. 

Ibu rumah tangga juga berperan sebagai ojek yang siap sedia mengantar-jemput anak ke dan pulang sekolah. Sorenya masih menemani anak-anak bermain, mengantar-jemput mengaji. Malamnya? Jangan dikira seorang ibu bisa beristirahat. Kita masih harus mengajari pelajaran sekolah, menyiapkan makan malam, beres-beres rumah sebentar, menemani anak menyiapkan perlengkapan sekolah untuk besok pagi, sampai akhirnya ketiduran saat mengeloni anak. 

Dengan seabrek aktifitas dan kewajiban yang harus dijalani setiap harinya, maka sangatlah wajar kalau mood kemudian menjadi turun  karena badan dan pikiran yang telah lelah. Kalau sudah begitu, emak-emak tentu perlu booster untuk menaikkan mood. Ada emak yang nyemil snack manis, makan gorengan, belanja-belanja, kumpul-kumpul dengan teman-teman, makan coklat, jalan-jalan, ataupun rumpi-rumpi dengan tetangga. Semuanya dalam rangka meningkatkan mood dan meningkatkan stamina para emak lagi untuk melakukan kegiatan keesokan harinya. 

Kalau aku sendiri, mood booster yang ampuh bagiku adalah dengan mendengar kabar gembira. Entah dari siapa saja, dan dari mana saja, aku usahakan pada saat bad mood, segera cari-cari berita yang menggembirakan. Apakah itu dari tetangga, saudara, bahkan dari teman dunia maya. Misalnya, mendengar kabar dari kastamer bahwa dia sudah melakukan transfer untuk membeli daganganku...he...he...Dengan mendengar kabar gembira, hati ini pun ikut bahagia. Otomatis, mood jadi naik. Semangat untuk melakukan segala aktifitas pun meningkat lagi. Setuju kan, Mak? 

Kalau Kamu, mood boostermu apa, Mak? 

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Minggu, 23 September 2018

MENANTI

Lihatlah langit di atas istana
Rembulan sudah penuh lagi
Sekian purnama telah bermasa
Cantik sinarnya menemani puteri

Rembulan mulai menggoda
Apa yang dinanti?
Mari menari bersama
Berdansa bertabuh gelisah hati
Pangeran yang pergi kan datang jua
Bukankah dia sudah berjanji?

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Sabtu, 22 September 2018

PERCOBAAN PEMBUNUHAN 2

"Sudah, Ma, jangan nangis lagi. Kucing sudah mati ya kita kubur saja. Nanti aku belikan kucing lagi."

Nasibmu sedang mujur, Ma. Setelah pisau kecil gagal menghabisi nyawamu, sekarang kau pun masih selamat dari racun tikus yang aku bubuhi di atas ikan goreng kesukaanmu. 

#Flash Fiction
#TantanganODOP2 #onedayonepost #odopbatch6 #fiksi/#nonfiksi

PERCOBAAN PEMBUNUHAN 1

"Alhamdulillah, isteri bapak selamat. Pisau kecil yang menancap di perutnya tidak sampai melukai usus dan lambungnya hingga parah."

Sialan! Harusnya aku pakai samurai tadi.


#FlashFiction
#TantanganODOP2 #onedayonepost #odopbatch6 #fiksi

MAKNA SURAT AT-TAGHOBUN AYAT 14-15



يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ. .
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (14). 
.عَظِيمٌ أَجْرٌ عِندَهُ لَّهُ وَافِتْنَةٌ وَأَوْلَادُكُمْ أَمْوَالُكُمْ إِنَّمَا
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar (15).

Apakah kandungan dari ayat ini? 
Surat At-Taghobun termasuk dalam surat Makkiyah karena semuanya turun di kota Mekkah. Hanya kedua ayat itu saja yang diturunkan Allah SWT  di kota Madinah disebabkan karena ada seorang laki-laki yang bernama Auf bin Malik Al-Asyja`i datang mengadu kepada Rasulullah SAW tentang perilaku anak dan istrinya yang selalu menghalanginya bila akan berjihad di jalan Allah SWT. Auf bin Malik Al-Asyja`i mempunyai banyak anak dan istri. Bila dia akan berangkat jihad, mereka selalu menangis dan menggandolinya seraya berkata,”Kepada siapakah kami ditinggalkan?” Maka oleh Allah SWT, diturunkanlah ayat ini untuk menjadi pembelajaran bagi umat Islam. 
Seorang ahli agama bernama Al-Qadhi Abu Bakar ibn al-Arabi berkata bahwa ayat ini menerangkan tentang kemungkinan adanya musuh di dalam anggota keluarga atau dari pihak istri sendiri. Musuh yang dimaksud bukanlah  musuh seperti biasanya, tetapi musuh dalam selimut, yang akibat dari perbuatannya  bisa membuat seseorang melemah hatinya dan hilang semangatnya, dan akhirnya surut dari perjuangannya di jalan Allah, bahkan bisa menghilangkan sifat ketaatannya kepada Allah SWT. Maka dari itu berhati-hatilah karena tidak ada musuh yang lebih berbahaya dari pada musuh yang mampu memutuskan ketaatan antara seorang makhluk dengan Allah SWT. 
Bahkan Nabi Isa as pernah bersabda, ”Orang yang dikuasai oleh istri, anak dan hartanya, sesungguhnya sudah menjadi budak keduniaan”. Maka ayat ini memperingatkan umat Islam untuk tidak berlebihan dalam mencintai keduniawian, karena sesungguhnya mereka itu tidak kekal abadi.

#Komunitasonedayonepost
#ODOP_6



Kamis, 20 September 2018

Pembatalan Transaksi

Untuk sahabat-sahabatku, pejihad di dunia perdagangan, baik online maupun offline...

Hai Kawan,

Jangan pernah merasa kecewa jika ada seseorang mampir ke lapak, kemudian bertanya panjang lebar dari a sampai z mengenai barang dagangan kita, lalu pada akhirnya dia tidak jadi membeli, bahkan menghilang tanpa jejak. Berbaik sangkalah, mungkin dia mempunyai kebutuhan mendadak yang tidak bisa ditunda.

Jangan anggap calon pembeli sebagai PHP (Pemberi Harapan Palsu) jika kita sudah totalan tapi dia tidak kunjung transfer... Jangan ya?

Apalagi sampai kita buat status yang berisi hujatan-hujatan di sosial media... Duuhh malah bikin dosa dong!

Yuk, mari disimak apa kata junjungan kita Nabi Besar Rasulullah SAW mengenai kondisi di atas.

Rasulullah Shollallohu 'Alaihi Wassalam bersabda,

"Barang siapa menerima pembatalan transaksi dari seorang muslim, maka Allah akan membatalkan (menghapus) dosa-dosanya pada hari kiamat". (H.R. Abu Dawud)

Nabi Muhammad SAW sangat memahami bahwa kebanyakan pedagang pasti merasa kecewa apabila barangnya tidak jadi dibeli. Bahkan beberapa pedagang yang lain kemudian ada yang melampiaskan kekecewaannya dengan berkata kasar, marah-marah, atau bahkan mencaci si calon pembeli.

Oleh sebab itu, Nabi junjungan kita mengisyaratkan ganjaran yang luar biasa bagi seorang penjual yang mau bermurah hati, sabar, dan berlapang dada menerima pembatalan transaksi.

Tidak tanggung-tanggung ganjaran yang diisyaratkan oleh Rasulullah SAW. Dikatakan bahwa dalam setiap pembatalan itu, Allah akan memberikan pertolongan yang luar biasa yaitu membatalkan (menghapus) dosa-dosa sang pedagang pada hari kiamat. Sungguh indah apa yang dijanjikan oleh Islam.

Tidak mudah memang bagi kita untuk berlapang dada menerima pembatalan dari calon pembeli. Apalagi, jika di saat pembatalan itu berarti rejeki yang besar dari hasil penjualan pun terlepas dari tangan. Akan tetapi, sebagai seorang muslim, sepatutnya kita harus selalu berbaik sangka terhadap calon pembeli. Kita harus yakin Allah telah memberikan jalan yang terbaik dan pasti mempunyai rencana di balik pembatalan tersebut. Percayalah bahwa Allah pasti juga akan memberi yang lebih baik daripada pembatalan tersebut.

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Selasa, 18 September 2018

Syair Kejujuran

Bergaullah dengan orang mulia
Agar terhindar api neraka
Kalau kau tanya siapa
Dengarlah sini aku berkata

Perkataannya tak pernah dusta
Hatinya hanya jujur belaka
Perintah agama selalu dijaga
Menangis takut berbuat dosa

Bila janji selalu ditepati
Pribadi khianat sangat anti
Tidak khawatir harta duniawi
Hanya surga yang dinanti

Orang mulia jadi sahabat
Hidupmu selalu diajak bertobat
Tidak pusing dunia akhirat
Hidup tenang akhir hayat

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6