Candrawati menghembuskan nafasnya. Latihan hari ini sudah cukup, aku harus pulang sebelum ayah menyadari bahwa aku telah menghilang dari istana seharian. Disarungkannya pedang bersinar ungu miliknya dan menaiki Dhatu, unicorn kesayangannya. Sang kuda bersayap lalu mengepakkan sayapnya dan segera melesat ke angkasa, pulang menuju istana.
Sesampainya di istana, Candrawati segera menuju kamarnya yang luas. Usai membersihkan badan, dibaringkannya tubuhnya di peraduan. Latihan hari ini cukup melelahkan, aku akan istirahat sebentar hingga makan malam tiba. Matanya mulai terasa berat, dan sesaat kemudian dia mulai tertidur hingga makan malam hampir tiba.
Tiba-tiba....
"Hei, berhenti! Jangan lari!" Terdengar teriakan para pengawal di luar kamarnya. Candrawati terkejut, dia langsung terjaga dan duduk di pembaringan. Belum seratus persen sadar dari tidurnya, tiba-tiba ada seseorang membekap mulutnya. "Jangan bersuara, atau akan kulukai dirimu!"
Suara seorang wanita, Candrawati seperti pernah mendengar suara itu, tapi dia lupa di mana. Tanpa rasa takut puteri ini langsung bergerak cepat. Refleks dia menggigit tangan wanita itu. Si wanita merasa kesakitan, berteriak, dan langsung melepaskan bekapannya. Wanita penyusup itu menggunakan cadar di wajahnya, sehingga sang puteri tidak bisa mengenalinya.
Candrawati bergerak lincah. Dia segera melompat dari pembaringan dan meraih pedangnya. Si wanita pun segera mengambil senjata dari balik bajunya. Sebuah kipas besar. Mereka berdua mulai bertempur dengan gigihnya. Sinar ungu yang memancar dari pedang Candrawati bergerak sangat cepat, diiringi oleh suara kibasan angin yang ditimbulkan oleh kipas sang wanita.
Candrawati mulai kewalahan. Wanita ini hebat sekali, semua seranganku dapat dia patahkan. Aku pasti kalah karena kurang ilmu dan kehabisan tenaga. Tepat saat dia berpikir demikian, pintu kamarnya terbuka. Sang Raja, ayahnya, masuk bersama beberapa pengawal. "Cukup, hentikan Puteri Kipas!"
Sang wanita pun segera menghentikan serangannya. Candrawati, dengan nafas tersengal-sengal langsung jatuh terduduk di atas lantai. Dia bersyukur ayahnya datang bersama para pengawal. Tapi aneh, ayah memanggilnya sebagai Puteri Kipas. Berarti ayah mengenal wanita ini?
Puteri Kipas tertawa kecil dan berkata kepada ayahnya, "Mulai besok kau carikanlah guru bela diri yang terbaik untuknya. Dia punya bakat, tapi kurang latihan. Kalau sudah mahir, aku akan datang lagi untuk menantang dirinya." Wanita itu kemudian menoleh ke arah Candrawati sambil tertawa,"Maaf Candrawati, penyusupan ini hanya pura-pura. Ayahmu sudah tahu kamu selalu keluar istana untuk belajar ilmu bela diri, dan aku bersikeras untuk mengetes sampai di mana kemahiranmu. Aku sudah meminta ayahmu untuk mencarikan guru terbaik. Empat bulan lagi aku akan datang menemuimu, kita berduel lagi." Sang puteri pun melesat keluar dari kamarnya, meninggalkan Candrawati yang masih tertegun.
Sementara Candrawati masih bertanya-tanya siapakah wanita itu sebenarnya, Puteri Kipas sudah tiba di dalam kamarnya sendiri. Dilepaskannya cadar hitam miliknya, dan segera mengganti pakaian dan dandanannya. Dia harus beristirahat cukup karena besok bersama suaminya dia harus menyambut tamu dari kerajaan sahabat. Dia, Ratu Indraswari, permaisuri dari Raja Bhaskara. Ibunda dari puteri pemberani, Candrawati.
#ODOP_6
#KelasFiksi
#TantanganFantasyFiction