Senin, 19 November 2018

ELSYE

"Astaghfirullah, Elsye. Kenapa sih kalau datang pasti ngagetin? Lama-lama aku bisa mati kena serangan jantung, tau gak?" Aku baru masuk ke dalam kamar tidur, langsung meloncat karena kaget ketika kulihat sesosok wanita telah duduk di atas pembaringanku.

"Kaget? Maaf! Tapi jangan mati dulu, kamu belum selesai membantuku!" Gadis Belanda ini menyeringai ke arahku. Wajahnya semakin tampak mengerikan. Putih, pucat, di lehernya yang berlumuran darah tampak bekas luka gorokan akibat pedang milik tentara Jepang.

Elsye adalah hantu wanita Belanda yang akhir-akhir ini sering mendatangiku. Awalnya aku sangat ketakutan melihat kondisinya yang mengerikan. Tetapi sinar matanya yang mengandung kesedihan membuatku merasa iba. Aku sering melihat hantu, tapi hanya Elsye yang rutin berkomunikasi denganku. Dia memohon agar aku dapat menolong mencari keluarganya, dia ingin berkumpul bersama mereka.

Elsye bercerita sebelum Jepang datang, mereka adalah keluarga yang bahagia. Tahun 1943-1947, saat Jepang mendarat di Indonesia, adalah masa-masa yang paling kelam bagi orang Belanda yang tinggal maupun yang lahir di Hindia Belanda. Ribuan orang Belanda dimasukkan di dalam kamp, kekurangan makan, minum, dan terserang penyakit menular. Tentara Belanda dilucuti, disiksa, dan dibunuh.
Pada masa itu, banyak orang Belanda meninggal di dalam kamp, yang mencoba kabur dari kamp pun akhirnya meninggal ditembak.

Elsye termasuk salah satu tawanan kamp yang mencoba kabur. Di dalam kamp, dia tinggal terpisah dengan keluarganya. Dia berusaha mencari keliling kamp tapi tidak mampu menemukan mereka. Akhirnya dia berniat kabur agar dapat mencari perlindungan, dan mencari keluarganya. Malang tak dapat ditolak, tentara Jepang berhasil menangkapnya kembali. Elsye meninggal dengan cara digorok di depan tawanan kamp yang lain, sebagai peringatan kepada siapapun yang berani kabur.

Elsye meninggal sebagai hantu yang gentayangan. Keinginannya hanya satu, berkumpul lagi dengan keluarganya. Aku hanya sanggup mendoakan semoga dia bisa bertemu dengan keluarganya, entah bagaimana lagi caraku untuk menolongnya.

#ODOP_6
#onedayonepost
#KelasFiksi
#TantanganHistoricalFiction

2 komentar:

  1. Temanya saya suka.
    Bisa dikembangkan menjadi lebih panjang. Bahkan cermis.

    BalasHapus
  2. Sekalian bikin cerpen bergenre horor cak... Matur nuwun

    BalasHapus