Sabtu, 13 Oktober 2018

NASI KUNING KECINTAAN

Hari Minggu yang lalu ada seorang ibu tetangga datang ke rumah. Dibawakannya sepiring penuh nasi kuning lengkap dengan lauk-pauknya untuk sarapan pagiku. Beliau mulai berkeluh kesah, hari masih sangat pagi, akan tetapi rumahnya sudah sepi. Ia kemudian bercerita tentang anak-anaknya yang sudah duduk di bangku kuliah dan SMA.

Si ibu berencana untuk membuat masakan kegemaran anak-anaknya di hari Minggu itu. Dibuatlah nasi kuning. Terbayang kan betapa repotnya membuat nasi kuning itu? Si ibu sudah mulai repot di dapur sejak jam empat pagi. Merendam beras, memarut kunyit, memarut kelapa dan memeras santan, mengaron nasi hingga nasi kuning matang, semua dilakukannya sendirian. Belum lagi menyiapkan lauk pelengkapnya. Menggoreng ayam, memasak sambel goreng hati, menggoreng kerupuk, mendadar telur. Repot sekali ya?  Tapi tak ada lelah yang dia rasakan karena semua disiapkan dengan penuh cinta. Harapannya?  Mereka sekeluarga akan berkumpul di meja makan dan bersama-sama menikmati hidangan istimewa ini. 

Aduhai nikmatnya, tapi apa kenyataannya? Selepas sholat Subuh, satu persatu anak-anaknya pergi ke luar rumah dengan alasan ikut Car Free Day dengan teman-temannya. Nasi kuning yang sudah tertata rapi di meja makan dan  dimasak dengan penuh cinta, menjadi tak tersentuh karena anak-anaknya memilih makan pagi di luar bersama teman-temannya. 

Sedih ya, Mak?  Sambil berlalu si ibu berpesan kepadaku, "Jeng, mumpung sekarang anak-anaknya masih kecil, senang-senangkanlah,  puas-puaskan hatimu bermain bersama-sama dengan  mereka. Kalau yang kecil minta gendong, gendonglah sampai tanganmu pegal dan  bahumu kaku.  Biarkanlah  mereka bermanja-manja. Karena besok kalau anak-anak itu sudah besar, posisimu di sisinya lambat laun akan hilang digantikan oleh teman-teman, atau pasangannya masing-masing. Bila saat itu datang, dirimu tidak akan merasakan lagi kemanjaan mereka,  dan masa-masa itu hanya akan menjadi kenangan bagi kita para orangtua."

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar