Hai Teman...
Punyakah kau kenalan yang modelnya seperti inI? Yang kalau berbicara, kalimat yang keluar dari mulutnya selalu menorehkan luka, terutama kalau menyangkut soal harta...
Aku : "Mbak, aku pinjam uangnya seratus ribu, ada? Dua hari lagi aku kembalikan."
Dia :"Ada dong, ini pakai saja. Kamu mengembalikan uangnya tidak usah terburu-buru. Suamimu kan kerjanya gak jelas, anakmu ya masih kecil. Jadi aku paham deh kesulitanmu."
-------------------
Dia: "Bajumu kok bagus, Say? Beli di mana? Ada warna lainnya gak?
Aku: "Aku gak beli, tapi diberi sama kakakku, Mbak."
Dia: "Harganya pasti mahal. Kamu gak mungkin bisa beli lah. Kakakmu juga paling diberi sama orang ya? Terus ukurannya gak cukup, akhirnya diberikan ke kamu."
----------------
Dia : "Pa, kenalin ini teman sekantorku. Di sini tinggal sama orangtuanya dan anaknya. Dia LDR sama suaminya, yang tinggal di kota lain. Karena suaminya belum punya kerjaan yang jelas, penghasilannya juga tidak menentu, akhirnya sekarang dia dpulangkan ke rumah orangtuanya."
-------------------
Dan masih banyak lagi kata-katanya yg menusuk hati.
Sakit hati? Sangat. Dulu. Apalagi suami dan keluargaku yang selalu jadi bahan hinaannya. Aku sampai menyumpah-nyumpah dan berdoa di dalam hati semoga dia mengalami kesulitan yang jauh lebih parah daripada aku.
Tapi, itu dulu yaa? Setelah beberapa saat, aku stop menyumpah. Apa pasal? Dari beberapa kuliah agama yang aku ikuti, sebagian besar menyuruh kita untuk sering mendoakan hal yang baik-baik untuk mereka para saudaramu, bahkan walaupun dia sudah sangat menyakitimu. Karena doa yang baik, akan kembali kepadamu. Bukankah kalau kita menunjuk orang dengan satu jari, maka ke empat jari yang lain akan balik menunjuk ke arah kita?
Jadi sekarang, kalau ada orang yang pamer-pamer harta duniawinya, aku selalu mendoakan yang baik untuk dia dan keluarganya. Tujuannya? Salah satunya ya agar doa itu berbalik ke aku juga.
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar