Senin, 03 September 2018

SUKSESKU


Sebagian besar masyarakat mengukur nilai kesuksesan seseorang dalam menjalani hidupnya ialah dengan melihat banyaknya materi yang dia miliki. Punya rumah besar, mobil bagus, dan dompet tebal yang terisi uang seolah tidak ada habisnya.

Tapi memangnya semua kesuksesan itu harus diukur dengan materi ya? Bagaimana dengan kebahagiaan, kedamaian, dan kerukunan dengan keluarga dan masyarakat? Apakah ini tidak dapat disebut sukses menjalani hidup?

Aku sendiri sih mempunyai derajat kesuksesan sendiri dalam hidup. Semua aktifitas harian apabila berhasil aku selesaikan, maka aku anggap itu adalah kesuksesanku. Makanya aku selalu bilang ke teman terdekat, aku ini orang yang sukses lho, orang yang berhasil.

Banyak contoh kesuksesanku, mau tahu apa saja?  Ini nih beberapa daftarnya:

1. Aku sukses membantu si Sulung mengerjakan makalah Biologinya, padahal aku sudah lupa seperti apa pelajarannya.

2. Aku sukses mempertahankan berat badan sehabis melahirkan tiga tahun yang lalu, hingga kini masih tetap di angka yang menurut netizen dan fesbuker julid masuk kategori bukan wanita solehah (eh... menurut mereka, wanita yang masuk kategori solehah itu kalau di bawah 55kg ya? Jadi kalau mengikuti ke-julidan mereka, berat badanku kini telah menjadikanku wanita unsolehah), walaupun setiap hari seabrek kegiatan yang harus dikerjakan. Mandiin si kecil, berlari-larian mengejarnya, kadang melompat kalau pesawat kertasnya nyangsang di atas pohon sirsak yang mulai tumbuh. Belanja lanjut masak disambi nyuci baju. Antar jemput sekolah dan mengaji si Tengah. Hmmm... Apa lagi ya? Cuma emak-emak yang paham.

3. Aku sukses mengajari si Tengah hingga dia mampu mengerjakan soal-soal berhitung, walaupun mengajarinya dengan mata lima watt, sambil tangan kanan memegang pensil, dan tangan kiri menepuk-nepuk pantat si Bungsu agar dia tidak terbangun karena suara kakaknya.

3. Saya sukses menyelamatkan uang belanja dari suami, tidak sampai over budget, bahkan bisa menabung dari sisa uang belanja itu.

Intinya, saya sukses sebagai seorang ibu, guru, bendahara, dan pekerja rumah tangga. Yang merasa sukses seperti saya, ayok ngacung!!

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6


1 komentar: