Sebagian besar masyarakat mengukur nilai
kesuksesan seseorang dalam menjalani hidupnya ialah dengan melihat banyaknya
materi yang dia miliki. Punya rumah besar, mobil bagus, dan dompet tebal yang terisi
uang seolah tidak ada habisnya.
Tapi memangnya semua kesuksesan itu harus
diukur dengan materi ya? Bagaimana dengan kebahagiaan, kedamaian, dan kerukunan
dengan keluarga dan masyarakat? Apakah ini tidak dapat disebut sukses menjalani
hidup?
Aku sendiri sih mempunyai derajat
kesuksesan sendiri dalam hidup. Semua aktifitas harian apabila berhasil aku
selesaikan, maka aku anggap itu adalah kesuksesanku. Makanya aku selalu bilang
ke teman terdekat, aku ini orang yang sukses lho, orang yang berhasil.
Banyak contoh kesuksesanku, mau tahu apa
saja? Ini nih beberapa daftarnya:
1. Aku sukses membantu si
Sulung mengerjakan makalah Biologinya, padahal aku sudah lupa seperti apa pelajarannya.
2. Aku sukses mempertahankan
berat badan sehabis melahirkan tiga tahun yang lalu, hingga kini masih tetap di
angka yang menurut netizen dan fesbuker julid masuk kategori bukan wanita
solehah (eh... menurut mereka, wanita yang masuk kategori solehah itu kalau di
bawah 55kg ya? Jadi kalau mengikuti ke-julidan mereka, berat badanku kini telah
menjadikanku wanita unsolehah), walaupun setiap hari seabrek kegiatan yang
harus dikerjakan. Mandiin si kecil, berlari-larian mengejarnya, kadang melompat
kalau pesawat kertasnya nyangsang di atas pohon sirsak yang mulai tumbuh.
Belanja lanjut masak disambi nyuci baju. Antar jemput sekolah dan mengaji si
Tengah. Hmmm... Apa lagi ya? Cuma emak-emak yang paham.
3. Aku sukses mengajari si Tengah hingga dia
mampu mengerjakan soal-soal berhitung, walaupun mengajarinya dengan mata lima
watt, sambil tangan kanan memegang pensil, dan tangan kiri menepuk-nepuk pantat
si Bungsu agar dia tidak terbangun karena suara kakaknya.
3. Saya sukses menyelamatkan
uang belanja dari suami, tidak sampai over budget, bahkan bisa menabung dari
sisa uang belanja itu.
Intinya, saya sukses sebagai seorang
ibu, guru, bendahara, dan pekerja rumah tangga. Yang merasa sukses seperti
saya, ayok ngacung!!
#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
nganggo aplikasi Blogger ae simpel praktis paje tampilan hapee
BalasHapus