Minggu, 21 Oktober 2018
PESTA ULANGTAHUN NYONYA
"Hari ini nyonyaku berulangtahun. Aku akan mempersembahkan bungaku yang paling indah untuk dipetik olehnya. Dia pasti sangat bahagia, bungaku adalah kado yang terharum untuknya. Bukankah aku adalah bunga kesayangannya?"
"Kau benar Mawar, bunga-bungamu memang sangat elok. Harumnya bahkan memenuhi seluruh taman ini. Engkau memang beruntung menjadi bunga kesayangan nyonya. Tapi hari ini, buahku pasti akan menyemarakkan suasana pestanya. Aku dengar nyonya akan membuat tart jeruk sebagai kue ulangtahunnya. Aku harus bersiap-siap, sebentar lagi dia pasti datang untuk memetik buahku."
"Kalian memang hebat. Mawar si pengharum ruangan, dan jeruk si kue ulangtahun. Jangan lupakan aku, ya? Nyonya akan membuat es kelapa muda yang segar untuk pelepas dahaga nanti. Aku harus membantu untuk memilihkan buahku yang masih muda, agar terasa nikmat."
Begitulah, semua teman-temanku sangat ceria menyambut hari ulangtahun sang nyonya. Semua ingin mempersembahkan yang terbaik dari dirinya. Sedangkan aku? Apa yang bisa aku persembahkan? Aku hanyalah meja kayu tua yang buruk rupa
"Hai Meja, kenapa wajahmu muram?" Jeruk menegurku. Aku pun menceritakan kegalauan hatiku. Bahwa aku hanyalah meja tua yamg buruk rupa, yang tidak bisa memberikan apapun untuk nyonyaku.
Teman-temanku tertawa berderai-derai. "Jangan bodoh, wahai Meja. Tugasmu justru paling penting di sini," kata Mawar. "Betul, coba kau pikirkan. Kalau tidak ada engkau, di mana nanti nyonya akan meletakkan kami? Masa dia akan meletakkan kami di atas tanah?" Kelapa menyahut.
"Apa kau pikir nanti para tamu akan makan di atas rerumputan? Tidak kan? Mereka akan menyantap hidangan di atas meja! Artinya mereka sangat membutuhkan kehadiranmu! Jangan konyol merasa dirimu tidak penting. Kita semua penting di sini, dan semua harus menjalankan tugasnya masing-masing. Sudah ya, jangan sedih lagi!"
Mendengar kalimat dari para temannya, hati meja langsung merasa bahagia. Ternyata dia bukanlah barang yang tidak berguna. Dia tidak menyadari betapa berartinya dirinya karena dia sibuk membandingkan dirinya dengan teman-temannya. Meja bersyukur memiliki teman yang bisa menasehatinya dan melapangkan dadanya.
#TantanganODOP6
#onedayonepost
#odopbatch6
#fiksi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar