Senin, 01 Oktober 2018

MENGEJAR MATAHARI

"Dasar bodoh, dijadikan kekasih oleh orang kaya tidak mau. Sekarang malah mau menikah sama tukang goreng ayam. Kamu gak bosan hidup susah terus? Kamu mau anak-anakmu nanti  hidup susah seperti kamu? Memangnya tukang goreng ayam di pinggir jalan, duitnya berapa sih? Mampu dia menyekolahkan anak-anakmu sampai sarjana? 

"Insha Allah saya dan mas Herman mampu, Pakde. Saya berterima kasih sekali Pakde sangat memperhatikan kondisi saya, sampai mengenalkan saya ke mas Rian, anak juragan Samsi."

"Tapi saya tidak mencintai mas Rian, Pakde. Saya tidak yakin bisa hidup bahagia bila menikah dengan dia. Kami sangat berbeda. mas Rian terbiasa hidup mewah, serba berkecukupan, dan berperilaku sebagaimana anak juragan. Sedangkan saya sendiri hanya anak seorang buruh yang bekerja di pabrik batiknya. Bila akhirnya nanti jadi menikah dengan dia, saya pasti hanya bisa menempatkan diri sebagai pelayannya."

"Akan sangat berbeda kenyataannya bila saya menikah dan hidup dengan Mas Herman. Dia memang bukan orang kaya seperti mas Rian,  saat ini dia hanya berjualan ayam goreng di pinggir jalan. tapi tekadnya sangat kuat. Dia seorang pekerja keras, dan yang terpenting dia orang yang sangat taat beragama."

"Mas Herman selalu membimbing dan mengajari saya banyak hal tentang agama. Saya banyak belajar ilmu syukur dan ikhlas dengannya. Hati saya damai bila berdekatan dengan dia. Tidak pernah sedikitpun dia menghina saya, dia tidak pernah berkata kasar dan keras bila saya berbuat kesalahan. Sebaliknya, dia selalu memberitahu apa kesalahan saya, dan semua itu dilakukan dengan suara yang pelan dan lemah lembut."

"Insha Allah saya dan mas Herman pasti mampu mendidik dan membimbing anak-anak kami menuju ke jalan yang benar. Jalan yang selalu diridhoi Allah SWT. Walaupun pasti banyak rintangan yang akan menghalangi jalan kami, tapi saya dan Mas Herman pasti akan mampu menghadapinya. Biarkan kami berdua mengejar matahari  dengan segenap kekuatan kami. Tolong doakan hingga akhirnya kami dapat meraihnya."

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6
#tantanganODOP4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar